Tangga Sukses Leadership

Perusahaan akan menghadapi berbagai tantangan di dalam mencari dan mengembangkan pemimpin yang unggul kedepan. Pemimpin yang tidak hanya bekerja secara sendiri dan tanpa melibatkan siapapun merupakan suatu bentuk strategi leader efektif. Kepemimpinan yang efektif bukan sekedar suatu pusat kedudukan atau kekuatan, akan tetapi juga merupakan suatu interaksi aktif antar komponen yang efektif, oleh karena itu perusahaan harus memiliki strategi proses/cara pengembangan leader yang effektif.

Sering sekali saya mendapat keluhan bahwa banyak dari group leader atau supervisor yang membawahi langsung para staff di baik di  lapangan maupun unit kerja  yang takut terhadap bawahannya sendiri bahkan manager yang tidak berani terhadap bawahannya.  Ada beberapa anak buah yang malah mengatur atasannya dan si atasannya pun menurut saja, atau atasan yang tidak berani menegur bawahan yang terbukti melakukan kesalahan. Beberapa alasan yang dikemukakan oleh first line Leader ini mulai dari bawahan yang lebih senior sampai dengan takut diancam oleh bawahan jika macam macam dengan mereka.

Sebagai Praktisi HR Saya memahami hal ini dan juga sempat menghadapi kendala yang serupa. Pengalaman saya mengajarkan bahwa perusahaan perlu fokus pada suksesi dan pengembangan kepemimpinan. Semakin perusahaan ingin bisnis bertumbuh maka semakin membutuhkan leader yang berkompeten untuk menjalankan bisnis perusahaan. Hanya sayangnya masih banyak pada direktur belum melihat investasi dalam pengembangan kepemimpinan adalah hal yang penting. Padahal efek langsung maupun dan tidak langsung dari rendahnya kepemimpinan sangat luar biasa pada bisnis. Berapa banyak perilaku tidak disiplin yang terjadi? Berapa banya pelanggaran terjadi? Berapa biaya yang akan keluar jika produktifitas menurun karenanya? Berapa biasa dari gonta ganti leader dan biaya mencari atau merekrut leader ?  Berapa biaya dari memperbaiki budaya kerja yang terlanjur rusak karena rendahnya kepemimpinan? Perusahaan yang besar tau pentingnya investasi pengembangan kepemimpinan karena mereka tau biaya yang dikeluarkan atas rendahnya kepemimpinan sangatlah besar.

Jika sekarang sudah terlanjur terjadi apa yang perlu dilakukan? Pertama beri pelatihan kepada leader di perusahaan tentang self leadership dan people management, yaitu bagaimana memimpin diri sendiri mengatasi ketakutan dan memanage diri juga tentang bagaimana memahami karakter serta kompetensi bawahan dan cara mengatur pekerjaan berdasarkan kompetensi dan berkomunikasi yang tepat kepada masing masing bawahan. ini adalah pembekalan pertama untuk setidaknya memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada leader untuk memimpin teamnya. Setelah itu leader diberi coaching oleh atasannya langsung tentang bagaimana ia mampu mencapai target yang telah ditetapkan dengan karakteristik team nya yang unik. Dalam sesi coaching ini pengalaman leader dalam memimpin teamnya serta feedback dari atasannya akan membangun keahlian leadership dari leader.

Fungsi dari seorang pemimpin yang efektif adalah dapat membantu dalam mencapai tujuan organisasi, menggerakan anggota menuju tujuan tersebut serta mewujudkan interaksi dan keterikatan diantara individu dan memelihara kekuatan dan kohesi dengan timnya.

#leadershipdevelopment  #CreatingLeader2018

Advertisements

Buat Presentasi Kamu Terstruktur dan Berpengaruh

presentasiwp

Pernahkaah anda sebagai audience dari sebuah presentasi Anda merasa diacuhkan,  karena presenter selalu membelakangi anda untuk membaca slide? kesulitan memahami apa yang disampaikan oleh presenter?  merasa tidak semangat , mengantuk dan bosan dengan presentasi yang ditampilkan?, Pernah kan? yaa hal yang dialami anda sama dengan yang dialami saya waktu itu dan pada akhirnya pun saya tidak mendapat apapun dari presentasinya.

Menurut Dr John Medina, seorang pakar di bidang cara kerja otak dalam bukunya “Brain Rules”, orang tidak akan memberi perhatian pada sesuatu yang membosankan.  Hal yang sama berlaku pada presentasi Anda. Jika Anda membuat slide presentasi yang membuat jenuh, maka dalam tempo singkat audiens Anda akan mengalihkan perhatian kepada hal-hal lain. Mereka tidak tahan dengan slide presentasi yang membosankan. Jangan harap Anda bisa mempengaruhi audiens. Yang terjadi audiens malah sibuk memperhatikan hal lain di luar presentasi yang sedang Anda sampaikan.

Penelitian juga dilakukan oleh  BMC Neuroscience (2008,August 12), Dalam sebuah studi Studi kognitif yang dilakukan menunjukkan bahwa lebih dari 75% dari rangsangan sensorik diterima melalui penglihatan. Dalam studi tersebut ditegaskan pula bahwa keterampilan mendengarkan meningkatkan ketika kata-kata yang didukung oleh rangsangan visual yang kuat , Ingat Visual!

Setiap hari didunia ini pasti lebih dari ribuan slide dipresentasikan atau pasti ada orang yang presentasi, Untuk bisa memilih topik presentasi yang berkualitas, silahkan Anda ajukan tiga pertanyaan berikut, kepada diri anda sendiri :

  1. Apakah saya ahli pada topik ini?
  2. Apakah saya bergairah pada topik ini?
  3. Siapa yang peduli pada topik yang anda sampaikan?

Dengan menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tersebut, maka Anda akan memiliki topik yang berkualitas untuk presentasi Anda. Topik Presentasi yang disampaikan mempunyai tujuan  kepada Audience sebagai berikut :
1. Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada orang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secara detail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
2. Meyakinkan: presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik tertentu. Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis akan mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang diberikan.
3.Membujuk: presentasi yang berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis agar orang mau melakukan suatu aksi/tindakan. Presentasi dapat berisi bujukan, atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.
4.Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi orang.
Menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada orang melalui informasi yang diberikan.

Setiap presentasi harus memiliki tujuan seperti yang disampaikan Covey dalam bukunya The Seven Habits Highly Effective People “Mulailah sesuatu dengan gambaran akhirnya.”Tujuan presentasi yang jelas akan menentukan cara Anda dalam mengumpulkan ide, menyusun struktur presentasi, membuat desain slide dan menyampaikan presentasi. Secara umum ada dua tujuan utama presentasi.
Pertama, memberikan informasi dan kedua adalah mempengaruhi, nmun sebuah presentasi tidak hanya sebatas memberikan informasi dan mempengaruhi melainkan juga untuk menghibur memotivasi dan menginspirasi. Jadi apapun presentasi Anda mulailah dengan menetapkan tujuan presentasi.

Sebuah presentasi adalah medan tempur komunikas karena itu kenali kekuatan diri Anda sebagai presenter,kenali lawan Anda sebagai audiens dan kenali medan tempur Anda (tempat dan situasi presentasi yang akan Anda hadapi). Untuk bisa mengenali audiens dengan baik.  Ajukan tiga pertanyaan sederhana ini.Siapa mereka? Apa yang ingin mereka dengar?Di mana dan dalam situasi bagaimana presentasi saya lakukan?

Saya yakin dengan  menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tersebut Anda akan lebih tenang dan mampu menyampaikan presentasi yang paling sesuai dengan kebutuhan Audience dan Presentasi anda akan sukses.

Demikian yang bisa saya sampaikan, ini adalah bagian kecil dari Materi ajar saya di POWERFULL DESIGN PRESENTATION, untuk lebih lanjut bisa Undang/ Contact saya jika ada kebutuhan tentang Pelatihan Presentation Skill & Design Slide melalui No HP 081211300400 (Telkomsel).

Salam

 

Yuda Mahendra Asmara
(Pakar Slide Presentation & Infografis)

 

Teknik “Match & Mirror” Komunikasi dalam Recruitment – LP3i

new

Kebanyakan kandidat gagal mendapatkan kerja karena proses wawancara yang tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk menguasai teknik dalam wawancara kerja

Pada kesempatan berbagi  yang saya sampaikan pada pembekalan Pelatihan “Teknik Negosiasi dan Komunikasi dalam Proses Recruitment” kepada Mahasiswa/Mahasiswi semester akhir di  LP3i Pasar Minggu Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, bahwa Percakapan dalam wawancara menjadi lebih positif dan nyaman ketika dua orang berusaha untuk saling menyesuaikan.

Apa Itu Wawancara? Adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang sesuatu hal atau masalah. Wawancara sering kali diasosiasikan dengan pekerjaan kewartawanan untuk keperluan penulisan berita atau feature yang disiarkan dalam media massa. Tetapi wawancara juga dapat dilakukan oleh pihak lain untuk keperluan, misalnya, penelitian, atau penerimaan pegawai.

Dalam bukunya Get Anyone To Do Anything, David J. Lieberman Ph.D. menyatakan bahwa komunikasi menciptakan saling percaya, dan memungkinkan Anda untuk membangun jembatan psikologis terhadap seseorang.  Ketika seseorang melakukan gerakan seperti kita, atau menggunakan perkataan atau ungkapan seperti yang kita gunakan, kita cenderung untuk menganggap orang tersebut adalah orang yang menyenangkan.

Sebagaimana kita cenderung untuk menyukai seseorang yang memiliki minat yang sama, secara tidak sadar kita juga cenderung untuk menyukai orang yang “berpenampilan seperti kita”. Ini artinya, ketika seseorang melakukan gerakan seperti kita, atau menggunakan perkataan atau ungkapan seperti yang kita gunakan, kita cenderung untuk menganggap orang tersebut adalah orang yang menyenangkan.

Berdasarkan kondisi inilah Anda bisa dengan sengaja meniru gerakan tertentu yang dilakukan oleh lawan bicara Anda agar yang bersangkutan langsung menyukai Anda. teknik  ini disebut Match & Mirror atau persamaan dan pencerminan.

Match berarti mengikuti gerakan sesuai dengan yang dilakukan oleh lawan bicara Anda. Contohnya, ketika lawan bicara memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda pun memegang pulpen dengan tangan kiri. Sedangkan Mirror berarti Anda mengikuti gerakan tangan berlawanan dengan lawan bicara Anda (sifat cermin). Contohnya, saat lawan bicara Anda memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda memegang pulpen dengan tangan kanan.

Lakukanlah Match & Mirror saat Anda menjalani interview. Ikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh si interviewer dengan diam-diam atau tidak diketahui olehnya. Beri jeda beberapa detik dalam mengikuti gerakannya.
– Kata-kata 7%
– Nada suara 38%
– Bahasa tubuh 55%

Berikut adalah faktor yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan teknik Match & Mirror :

  • Kata-kata hanya berpengaruh 7% dalam komunikasi, sesuaikan ungkapan-ungkapan digunakan interviewer Anda. Contohnya anda, kamu, kami, kita, saya, aku.
  • Kualitas/nada suara berpengaruh 38% dalam komunikasi. Mutu suara Anda lebih berpengaruh dari pada kata-kata yang Anda pergunakan. Pergunakan dialek yang sama, nada cepat, nada tinggi, nada pelan, nada sedih, nada gembira.

Beikut sedikit dari materi  yang saya sampaikan supaya Calon pencari kerja Lp3i bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Tetap tunjukkan kemampuan terbaikmu dan buat pihak pewawancara/ perusahaan berpikir kalau mereka tidak rugi telah merekrut kamu.

Yuda Mahendra Asmara – Human Capital Development Specialist

 

 

TENTANG BERBAGI

fpr WP

 

 

 

 

 

 

 

Oleh: Yuda Mahendra A / @yudasmara

Sebuah tekad untuk berubah, berubah kejalan yang bisa menghadirkan senyuman Allah, kemauan untuk memulai hari ini, bukan esok hari atau nanti kalau kita sudah siap

Siap itu diawali, bukan  menunggu sampai kesiapan itu datang. Karena saya tidak pernah tahu, bisa saja kesiapan itu tak pernah dihadirkan lantaran maut yang terlebih dahulu memanggil untuk kembali pulang

Jika kemauan kita sudah mengarah pada sesuatu yang menghadirkan senyuman tuhan, lalu cintailah segala prosesnya. Cintailah agar muncul  kerelaan dalam menjalankannya.

Cintailah agar muncul pengorbanan dalam memperjuangkannya, saya berjuang melawan tidak bisa, berjuang melawan malu bicara. Saya mencoba berjuang agar bisa meninggalkan jejak. Jejak bagi generasi yang akan datang atau hidup setelah saya tiada,

Berapa banyak ilmu yang kita dapat dalam hidup ini sampai sekarang, berap banyak ilmu dari teman2 kita, sahabat2 kita, guru2 kita, mentor2 kita, orang yang kita temui saat bersilahturahmi, jumlahnya pasti  banyak? Bukan hanya keilmuan dari bangku formal, namun keilmuantentang kehidupan yang sudah memberi warna kehidupan kita yang kita jalani sampai sekarang.

Lalu kapan ?

kapan segala ilmu yang sudah kita terima itu kita berikan bagi orang lain?

Bagaimana mungkin kita hanya bisa bernafas tanpa mengeluarkan kembali? Bagaimana mungkin sebuah waduk besar bisa menerima curahan debit air hujan tanpa mendistribusikan melalui jalur-jalur irigasi?

Kini 4R menjadi Passion yang mewarnai hidup saya, yaitu melalui profesi sebagai Developer, DesigneR, mencintai profesi sebagai traineR  dan terlebih lagi kesukaan baru sebagai writeR

Jadi Bagaimana dengan anda .. Berbagilah

 

خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

 

Jakarta, 3 Desember 2015 ,

 

Belajar Desain dan Bersinergi di Kelas Cerdas BUP oleh NET.TV Lentera Indonesia

1970368_10203151543767539_595033736_n

Jika ditanya, tentu kita telah sangat sering memirsa sebuah presentasi dan juga menjadi presentan baik di ruang-ruang kelas, perkuliahan, bisnis, atau sebuah rapat. Meski begitu tak jarang kita merasa bosan dengan sebuah presentasi. Atau pernah pula kita dihadapkan pada situasi rendahnya atensi para audiens terhadap presentasi kita.

Kebosanan dan rendahnya atensi terhadap sebuah presentasi bisa disebabkan karena adanya distraksi-distraksi dari situasi selingkung. Tetapi, ada kalanya rendahnya atensi audiens juga disebabkan oleh performa dan materi presentasi kita. Kalau begitu, kita mesti introspeksi, pasti ada sesuatu yang kurang dari presentasi kita.

Lalu bagaimana menyajikan sebuah presentasi yang tidak hanya baik, tetapi juga menggugah atensi audiens? Kuncinya terletak pada 3 hal: Sederhana – Kontras – Visual yang rapi. Demikian yang disampaikan Kak Yuda Asmara dalam kegitan bulanan Kelas Cerdas yang diinisiasi oleh BUP Jakarta pada Minggu (23/02) kemarin. Bertempat di meeting room gedung GNOTA, Kuningan, Kak Yuda berbagi tips dan pengalaman bagaimana menyajikan presentasi yang tidak hanya bagus tetapi juga menggugah dan kegiatan ini diliput oleh NET.tv  untuk acara Lentera Indonesia.

Dalam suasana santai, Kak Yuda menjelaskan bahwa sering kali kejenuhan terhadap sebuah presentasi adalah karena kita kurang peduli pada pengemasan sebuah presentasi.

“Bayangkan, kita harus berhadapan dengan slides presentasi yang dipenuhi dengan angka-angka dan huruf-huruf. Juga gambar yang mencong-mencong. Jadinya ya bosan, ngantuk.”

Namun, yang tak kalah pentingnya adalah persiapan presentasi. Kak Yuda membahas pentingnya presentan menguasai materi presentasi dan mengidentifikasi khalayak yang akan memirsanya. Proses ini penting agar kita bisa memberikan presentasi yang baik bagi khalayak audiens. Sebuah video dokumenter yang memperlihatkan bagaimana begawan industri komputasi Apple, Steve Jobs, mempresentasikan produk  iPhone-nya. Semua sepaham, presentasi Steve Jobs sangat menggugah dan jauh dari menjemukan.

“Kuncinya tiga hal tadi, Sederhana – Kontras – Visual yang bagus,” jelas Kak Yuda.

Lebih detil lagi Kak Yuda sekaligus menjelaskan runtutan bagaimana menampilkan sebuah materi “mentah” menjadi sebuah presentasi yang bagus. Di mulai dari pembacaan dan perumusan poin-poin materi, penyusunan alur presentasi yang rapi, hingga bagaimana mendesain sebuah presentasi yang menggugah. Banyak trik-trik sederhana nan efisien yang kemudian dipraktekkan bersama-sama para peserta. Kebanyakan peserta ternyata baru ngeh dengan trik-trik yang dibagikan oleh Kak Yuda.

“Ini supaya kerja kita lebih cepat dan efisien. Bayangkan kalau ada puluhan atau ratusan slide yang harus didesain, sementara kita masih pakai cara biasa. Pusing nggak tuh?” Kelakar Kak Yuda.

“Wah iya, ya… ternyata keren banget jadinya. Hahaha…” Sahut Asep, salah seorang peserta Kelas Cerdas saat berhasil mempraktekkan trik-trik dari Kak Yuda.

Selain memperoleh wawasan baru, relawan dan peserta Kelas Cerdas BUP Jakarta juga kedatangan sahabat-sahabat baru. Di antaranya adalah Ali dari komunitas Buku Berkaki dan Aris, pemuda asal Tual, Maluku, yang juga inisiator komunitas Sagu Maluku. Hampir sama dengan gerakan BUP, kedua komunitas yang digawangi anak-anak muda ini juga bergerak dalam bidang pendidikan. Buku Berkaki bergerak mengedukasi dan memfasilitasi anak-anak kurang mampu di selingkungan Jabodetabek. Sempat vakum selama beberapa waktu kini komunitas ini mencoba kembali bergerak.

Sementara Sagu Maluku yang baru merintis gerakan untuk “membanjiri” Maluku dengan buku. Saat ini Aris dan kawan-kawan sedang bergiat menghidupkan jejaring Sagu Maluku dari kampusnya di Universitas Gunadarma, Kelapa Dua, dan berinisiatif membangun rumah baca di tanah kelahirannya.

“Gerakan-gerakan anak-anak muda peduli pendidikan seperti inilah yang mesti kita sama-sama sinergikan. Kita bangun jejaring bersama yang independen. Jadi kita bisa saling support,” terang Kak Dayu,  founder BUP, di akhir sesi Kelas Cerdas.

Kelas Cerdas akhirnya tidak berhenti menjadi medan belajar saja, tetapi juga medan bersinergi. Kelas Cerdas BUP Jakarta menjadi wadah yang inklusif untuk saling berbagi wawasan dan membangun jejaring komunitas peduli pendidikan.

Sampai jumpa di Kelas Cerdas selanjutnya. Mari giatkan semangat berbagi!

 

Source: http://bukuntukpapua.org/archives/1450

WORKSHOP EVENT ” FROM EMPLOYEE TO SOCIALPRENEUR”

POSTER FIX

Untuk menjadi seorang socialpreneur, kita harus mengerti resiko akan bisnis yang kita jalani, menangani masalah SDM dengan baik, dan memanfaatkan media social secara maksimal, serta juga harus menguasai tips & trik dari segi Branding-Marketing

Tema : “From Employee to Socialentrepreneur”
Hari/Tanggal : Minggu, 24 Mei 2015
Waktu : Pkl. 10.00 atau 10 am – selesai

Pembicara :
1.  Budi Rahmat (Founder TDA-Tangan Di Atas)

“Wealth Strategy  ala Robert Kiyosaki

2. Arnold Tanubrata (Pakar HRD)

HR for Startup Business UKM

3.  Yuda Mahendra Asmara (praktisi IT & People Development Specialist) 

Social Media for Social Entrepreneur: Instant Influence

Biaya partisipasi : @Rp. 100rb/org (untuk materi, snack, makan siang dan doorprize)
Tempat : Ruang meeting Auto2000 Wahid Hasyim, Jl. Wahid Hasyim 164 Kampung Bali Jakarta Pusat

Pendaftaran ke: Tya  di 087771484907

Paling lambat pendaftaran 19 Mei 2015

Training Evaluation

image

Mengapa training perlu di evaluasi :

1. Memberikan justifikasu untuk pelaksanaan pelatihan dengan menunjukkan kontribusi terhadap sasaran organisasi
2. Mendapatkan informasi untuk meningkatkan kualitas pelatihan secara berkelanjutan
3. Mengevaluasi efektifitas pelatihan untuk mengetahui pelatihan mana yang sebaiknya dilanjutkan dan tidak dilanjutkan

TRAINING EVALUATION “BADDIE APPROCAH”

1. BUSIINES APPROCAH
2. ANALYZE
3. DESIGN
4. DEVELOP
5. IMPLEMENT
6. EVALUA