Teknik “Match & Mirror” Komunikasi dalam Recruitment – LP3i

new

Kebanyakan kandidat gagal mendapatkan kerja karena proses wawancara yang tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu penting bagi Anda untuk menguasai teknik dalam wawancara kerja

Pada kesempatan berbagi  yang saya sampaikan pada pembekalan Pelatihan “Teknik Negosiasi dan Komunikasi dalam Proses Recruitment” kepada Mahasiswa/Mahasiswi semester akhir di  LP3i Pasar Minggu Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, bahwa Percakapan dalam wawancara menjadi lebih positif dan nyaman ketika dua orang berusaha untuk saling menyesuaikan.

Apa Itu Wawancara? Adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang sesuatu hal atau masalah. Wawancara sering kali diasosiasikan dengan pekerjaan kewartawanan untuk keperluan penulisan berita atau feature yang disiarkan dalam media massa. Tetapi wawancara juga dapat dilakukan oleh pihak lain untuk keperluan, misalnya, penelitian, atau penerimaan pegawai.

Dalam bukunya Get Anyone To Do Anything, David J. Lieberman Ph.D. menyatakan bahwa komunikasi menciptakan saling percaya, dan memungkinkan Anda untuk membangun jembatan psikologis terhadap seseorang.  Ketika seseorang melakukan gerakan seperti kita, atau menggunakan perkataan atau ungkapan seperti yang kita gunakan, kita cenderung untuk menganggap orang tersebut adalah orang yang menyenangkan.

Sebagaimana kita cenderung untuk menyukai seseorang yang memiliki minat yang sama, secara tidak sadar kita juga cenderung untuk menyukai orang yang “berpenampilan seperti kita”. Ini artinya, ketika seseorang melakukan gerakan seperti kita, atau menggunakan perkataan atau ungkapan seperti yang kita gunakan, kita cenderung untuk menganggap orang tersebut adalah orang yang menyenangkan.

Berdasarkan kondisi inilah Anda bisa dengan sengaja meniru gerakan tertentu yang dilakukan oleh lawan bicara Anda agar yang bersangkutan langsung menyukai Anda. teknik  ini disebut Match & Mirror atau persamaan dan pencerminan.

Match berarti mengikuti gerakan sesuai dengan yang dilakukan oleh lawan bicara Anda. Contohnya, ketika lawan bicara memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda pun memegang pulpen dengan tangan kiri. Sedangkan Mirror berarti Anda mengikuti gerakan tangan berlawanan dengan lawan bicara Anda (sifat cermin). Contohnya, saat lawan bicara Anda memegang pulpen dengan tangan kiri, Anda memegang pulpen dengan tangan kanan.

Lakukanlah Match & Mirror saat Anda menjalani interview. Ikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh si interviewer dengan diam-diam atau tidak diketahui olehnya. Beri jeda beberapa detik dalam mengikuti gerakannya.
– Kata-kata 7%
– Nada suara 38%
– Bahasa tubuh 55%

Berikut adalah faktor yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan teknik Match & Mirror :

  • Kata-kata hanya berpengaruh 7% dalam komunikasi, sesuaikan ungkapan-ungkapan digunakan interviewer Anda. Contohnya anda, kamu, kami, kita, saya, aku.
  • Kualitas/nada suara berpengaruh 38% dalam komunikasi. Mutu suara Anda lebih berpengaruh dari pada kata-kata yang Anda pergunakan. Pergunakan dialek yang sama, nada cepat, nada tinggi, nada pelan, nada sedih, nada gembira.

Beikut sedikit dari materi  yang saya sampaikan supaya Calon pencari kerja Lp3i bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Tetap tunjukkan kemampuan terbaikmu dan buat pihak pewawancara/ perusahaan berpikir kalau mereka tidak rugi telah merekrut kamu.

Yuda Mahendra Asmara – Human Capital Development Specialist

 

 

TENTANG BERBAGI

fpr WP

 

 

 

 

 

 

 

Oleh: Yuda Mahendra A / @yudasmara

Sebuah tekad untuk berubah, berubah kejalan yang bisa menghadirkan senyuman Allah, kemauan untuk memulai hari ini, bukan esok hari atau nanti kalau kita sudah siap

Siap itu diawali, bukan  menunggu sampai kesiapan itu datang. Karena saya tidak pernah tahu, bisa saja kesiapan itu tak pernah dihadirkan lantaran maut yang terlebih dahulu memanggil untuk kembali pulang

Jika kemauan kita sudah mengarah pada sesuatu yang menghadirkan senyuman tuhan, lalu cintailah segala prosesnya. Cintailah agar muncul  kerelaan dalam menjalankannya.

Cintailah agar muncul pengorbanan dalam memperjuangkannya, saya berjuang melawan tidak bisa, berjuang melawan malu bicara. Saya mencoba berjuang agar bisa meninggalkan jejak. Jejak bagi generasi yang akan datang atau hidup setelah saya tiada,

Berapa banyak ilmu yang kita dapat dalam hidup ini sampai sekarang, berap banyak ilmu dari teman2 kita, sahabat2 kita, guru2 kita, mentor2 kita, orang yang kita temui saat bersilahturahmi, jumlahnya pasti  banyak? Bukan hanya keilmuan dari bangku formal, namun keilmuantentang kehidupan yang sudah memberi warna kehidupan kita yang kita jalani sampai sekarang.

Lalu kapan ?

kapan segala ilmu yang sudah kita terima itu kita berikan bagi orang lain?

Bagaimana mungkin kita hanya bisa bernafas tanpa mengeluarkan kembali? Bagaimana mungkin sebuah waduk besar bisa menerima curahan debit air hujan tanpa mendistribusikan melalui jalur-jalur irigasi?

Kini 4R menjadi Passion yang mewarnai hidup saya, yaitu melalui profesi sebagai Developer, DesigneR, mencintai profesi sebagai traineR  dan terlebih lagi kesukaan baru sebagai writeR

Jadi Bagaimana dengan anda .. Berbagilah

 

خير الناس أنفعهم للناس

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain

(HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

 

Jakarta, 3 Desember 2015 ,

 

Belajar Desain dan Bersinergi di Kelas Cerdas BUP oleh NET.TV Lentera Indonesia

1970368_10203151543767539_595033736_n

Jika ditanya, tentu kita telah sangat sering memirsa sebuah presentasi dan juga menjadi presentan baik di ruang-ruang kelas, perkuliahan, bisnis, atau sebuah rapat. Meski begitu tak jarang kita merasa bosan dengan sebuah presentasi. Atau pernah pula kita dihadapkan pada situasi rendahnya atensi para audiens terhadap presentasi kita.

Kebosanan dan rendahnya atensi terhadap sebuah presentasi bisa disebabkan karena adanya distraksi-distraksi dari situasi selingkung. Tetapi, ada kalanya rendahnya atensi audiens juga disebabkan oleh performa dan materi presentasi kita. Kalau begitu, kita mesti introspeksi, pasti ada sesuatu yang kurang dari presentasi kita.

Lalu bagaimana menyajikan sebuah presentasi yang tidak hanya baik, tetapi juga menggugah atensi audiens? Kuncinya terletak pada 3 hal: Sederhana – Kontras – Visual yang rapi. Demikian yang disampaikan Kak Yuda Asmara dalam kegitan bulanan Kelas Cerdas yang diinisiasi oleh BUP Jakarta pada Minggu (23/02) kemarin. Bertempat di meeting room gedung GNOTA, Kuningan, Kak Yuda berbagi tips dan pengalaman bagaimana menyajikan presentasi yang tidak hanya bagus tetapi juga menggugah dan kegiatan ini diliput oleh NET.tv  untuk acara Lentera Indonesia.

Dalam suasana santai, Kak Yuda menjelaskan bahwa sering kali kejenuhan terhadap sebuah presentasi adalah karena kita kurang peduli pada pengemasan sebuah presentasi.

“Bayangkan, kita harus berhadapan dengan slides presentasi yang dipenuhi dengan angka-angka dan huruf-huruf. Juga gambar yang mencong-mencong. Jadinya ya bosan, ngantuk.”

Namun, yang tak kalah pentingnya adalah persiapan presentasi. Kak Yuda membahas pentingnya presentan menguasai materi presentasi dan mengidentifikasi khalayak yang akan memirsanya. Proses ini penting agar kita bisa memberikan presentasi yang baik bagi khalayak audiens. Sebuah video dokumenter yang memperlihatkan bagaimana begawan industri komputasi Apple, Steve Jobs, mempresentasikan produk  iPhone-nya. Semua sepaham, presentasi Steve Jobs sangat menggugah dan jauh dari menjemukan.

“Kuncinya tiga hal tadi, Sederhana – Kontras – Visual yang bagus,” jelas Kak Yuda.

Lebih detil lagi Kak Yuda sekaligus menjelaskan runtutan bagaimana menampilkan sebuah materi “mentah” menjadi sebuah presentasi yang bagus. Di mulai dari pembacaan dan perumusan poin-poin materi, penyusunan alur presentasi yang rapi, hingga bagaimana mendesain sebuah presentasi yang menggugah. Banyak trik-trik sederhana nan efisien yang kemudian dipraktekkan bersama-sama para peserta. Kebanyakan peserta ternyata baru ngeh dengan trik-trik yang dibagikan oleh Kak Yuda.

“Ini supaya kerja kita lebih cepat dan efisien. Bayangkan kalau ada puluhan atau ratusan slide yang harus didesain, sementara kita masih pakai cara biasa. Pusing nggak tuh?” Kelakar Kak Yuda.

“Wah iya, ya… ternyata keren banget jadinya. Hahaha…” Sahut Asep, salah seorang peserta Kelas Cerdas saat berhasil mempraktekkan trik-trik dari Kak Yuda.

Selain memperoleh wawasan baru, relawan dan peserta Kelas Cerdas BUP Jakarta juga kedatangan sahabat-sahabat baru. Di antaranya adalah Ali dari komunitas Buku Berkaki dan Aris, pemuda asal Tual, Maluku, yang juga inisiator komunitas Sagu Maluku. Hampir sama dengan gerakan BUP, kedua komunitas yang digawangi anak-anak muda ini juga bergerak dalam bidang pendidikan. Buku Berkaki bergerak mengedukasi dan memfasilitasi anak-anak kurang mampu di selingkungan Jabodetabek. Sempat vakum selama beberapa waktu kini komunitas ini mencoba kembali bergerak.

Sementara Sagu Maluku yang baru merintis gerakan untuk “membanjiri” Maluku dengan buku. Saat ini Aris dan kawan-kawan sedang bergiat menghidupkan jejaring Sagu Maluku dari kampusnya di Universitas Gunadarma, Kelapa Dua, dan berinisiatif membangun rumah baca di tanah kelahirannya.

“Gerakan-gerakan anak-anak muda peduli pendidikan seperti inilah yang mesti kita sama-sama sinergikan. Kita bangun jejaring bersama yang independen. Jadi kita bisa saling support,” terang Kak Dayu,  founder BUP, di akhir sesi Kelas Cerdas.

Kelas Cerdas akhirnya tidak berhenti menjadi medan belajar saja, tetapi juga medan bersinergi. Kelas Cerdas BUP Jakarta menjadi wadah yang inklusif untuk saling berbagi wawasan dan membangun jejaring komunitas peduli pendidikan.

Sampai jumpa di Kelas Cerdas selanjutnya. Mari giatkan semangat berbagi!

 

Source: http://bukuntukpapua.org/archives/1450

WORKSHOP EVENT ” FROM EMPLOYEE TO SOCIALPRENEUR”

POSTER FIX

Untuk menjadi seorang socialpreneur, kita harus mengerti resiko akan bisnis yang kita jalani, menangani masalah SDM dengan baik, dan memanfaatkan media social secara maksimal, serta juga harus menguasai tips & trik dari segi Branding-Marketing

Tema : “From Employee to Socialentrepreneur”
Hari/Tanggal : Minggu, 24 Mei 2015
Waktu : Pkl. 10.00 atau 10 am – selesai

Pembicara :
1.  Budi Rahmat (Founder TDA-Tangan Di Atas)

“Wealth Strategy  ala Robert Kiyosaki

2. Arnold Tanubrata (Pakar HRD)

HR for Startup Business UKM

3.  Yuda Mahendra Asmara (praktisi IT & People Development Specialist) 

Social Media for Social Entrepreneur: Instant Influence

Biaya partisipasi : @Rp. 100rb/org (untuk materi, snack, makan siang dan doorprize)
Tempat : Ruang meeting Auto2000 Wahid Hasyim, Jl. Wahid Hasyim 164 Kampung Bali Jakarta Pusat

Pendaftaran ke: Tya  di 087771484907

Paling lambat pendaftaran 19 Mei 2015

Training Evaluation

image

Mengapa training perlu di evaluasi :

1. Memberikan justifikasu untuk pelaksanaan pelatihan dengan menunjukkan kontribusi terhadap sasaran organisasi
2. Mendapatkan informasi untuk meningkatkan kualitas pelatihan secara berkelanjutan
3. Mengevaluasi efektifitas pelatihan untuk mengetahui pelatihan mana yang sebaiknya dilanjutkan dan tidak dilanjutkan

TRAINING EVALUATION “BADDIE APPROCAH”

1. BUSIINES APPROCAH
2. ANALYZE
3. DESIGN
4. DEVELOP
5. IMPLEMENT
6. EVALUA

Cerdas Merebut Perhatian Atasan

imagesbbb

 

 

 

 

 

Kompetisi dalam mengejar promosi sudah lumrah terjadi di lingkungan kerja. Beragam cara kerap dilakukan seseorang demi meraih posisi atau jabatan yang meningkatkan karir profesionalnya. Namun, persoalannya kini, bagaimana agar karir Anda melesat maju dan kemudian meninggalkan pesaing jauh di belakang serta memperoleh gaji dengan nominal yang menggiurkan?.

Berikut 14 cara jitu lagi profesional yang mudah dilakukan. Siapa tahu bos menjadi simpati dengan Anda. Dan kemungkinan menjadi ‘tangan kanan’ pun terbuka luas.

1. Datang ke kantor jauh lebih awal
Lakukan ini jika ada jadwal meeting penting di pagi hari. Sehingga kita mempunyai waktu yang lebih banyak untuk mempersiapkan sesuatu.

2. Kerjakan segala yang terbaik
elalu berprestasi sebaik-baiknya di kantor. Jangan pernah memberi kesan seolah Anda tak mampu mengerjakan tugas yang diberikan bos, atau Anda sendiri tak tahu kapan untuk memulainya.

3. Sesuaikan diri dengan kepentingan bos
Utamakan kepentingan bos di atas kepentingan Anda sendiri. Misalnya ia memanggil Anda, yang kebetulan sedang bicara di telepon. Putuskan hubungan itu segera dan katakan Anda akan segera menghubungi kembali bila urusan Anda dengan bos selesai.

4. Memelihara citra baik bos
Buat bos Anda selalu kelihatan baik, tanpa cela senila pun. Sebab, apabila dia memiliki kesan yang baik di mata publik, Anda pun akan dinilai baik pula. Misalnya, kalau bos memberikan presentasi, pastikan data dan informasi yang disampaikannya itu akurat. Perhatikan juga peralatan audio-visual yang akan digunakannya, supaya berfungsi dengan baik.

5. Sesuaikan pakaian dengan situasi dan lingkungan
Kemajuan karir, berdasarkan penelitian para ahli, ditunjang oleh cara berpakaian seseorang, sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik, kerapian rambut dan kebersihan diri.

6. Bersikap tenang
Pribadi yang tetap tenang, stabil dan tak terusik oleh situasi seberat dan serumit apa pun, pasti disukai bos dan karyawan lain di tempat kerja. Bos, klien, dan orang lain menghargai seseorang yang tetap berotak cemerlang dan jernih bila menghadapi krisis. Anda sendiri pasti merasa lebih tenang dan percaya diri. Sekaligus berkemungkinan meraih promosi, kalau secara mental Anda selalu tanggap pada masalah, bukan?

7. Siapkan rencana cadangan
Di dunia ini tak ada yang pasti. Ada kalanya rencana yang telah disusun matang-matang, ternyata sebaliknya yang terjadi. Makanya, dalam mengantisipasi sesuatu, jangan hanya maju dengan satu rencana. Selalu siapkan rencana alternatif yang kalau saja situasi yang ada menyeleweng ke arah berlawanan.

8. Gesit
Supaya bos memperhatikan keberadaan Anda, maka bertindaklah lebih cepat dan gesit, baik dalam bekerja maupun berinisiatif. Dan, jangan lupa bekerjalah berdasarkan skala prioritas.

9.Tegas
Sekali Anda di posisi atas dan menjadi pengambil keputusan, belajarlah bersikap tegas. Dalam berpikir dan bertindak pun harus cepat. Seorang peragu, pasti lambat dalam mengambil keputusan. Sebab ia kelewat banyak menimbang visi yang jelas. Sifat seperti ini tentu buruk untuk dapat menjadi eksekutif sukses yang efektif, Anda harus mempelajari persoalan dengan seksama, kemungkinan solusi yang rasional, dan yang pasti jangan bertele-tele.

10. Perluas pengetahuan umum Anda
Perluas pengetahuan Anda dan buat atasan terkesima dengan apa yang Anda ketahui mengenai isu-isu global yang sedang terjadi, dengan selalu up to date dengan berita-berita terkini.

11. Ringan tangan dalam menerima tugas tambahan
Setiap pekerjaan pasti memiliki masing-masing tanggung jawab yang berbeda. Tapi tidak mustahil Anda-anda kejatuhan bonus pekerjaan tambahan. Bila suatu ketika bos ‘berbaik hati’ memberikan itu pada Anda, jangan langsung menolak dan mengandalkan berbagai alasan keluarga. Karena, siapa tahu ia sedang mengetes kesiapan Anda dalam menerima tanggung jawab baru?

12. Kupas persoalan kritis dengan atasan
Bila Anda menghadapi persoalan, atau sedang menangani krisis, lakukanlah secara cermat. Pelajari situasinya, pikirkan tindakan penanggulangannya, lalu temui langsung bos dan membahas masalah tersebut hingga tuntas. Bos pasti menghargai kepekaan dan kejelian Anda.

13. Cerialah
Supaya Anda dihargai, tunjukkan karakter plus Anda yang periang itu, bahkan saat Anda sedang tertekan sekalipun dan selalu berpikir positif.

14. Kuasailah seni berbicara
Untuk maju, Anda harus menguasai seni berbicara dan menuangkan pikiran dalam suatu pertemuan atau rapat. Bos menilai tinggi karyawan yang mampu berkomunikasi secara jelas dan efektif. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk mencobanya? Semakin intelek Anda dan semakin profesional Anda dalam beraksi, akan semakin baik, bukan? Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan http://www.hersmagz.com) Tidak hanya itu saja, masih banyak yang perlu Anda simak untuk melancarkan langkah promosi karir. Selain memakai 14 cara intelek merebut simpati bos, Anda juga perlu menyimak hal penting untuk melangkah menuju promosi karier..! Sudah siapkah Anda untuk itu?

Langkah Menuju Promosi Karir
Memang, banyak hal yang mendukung suatu promosi, tapi paling tidak, ada beberapa kiat dari para konsultan yang mungkin perlu Anda pertimbangkan untuk memudahkan promosi Anda. Coba simak 5 langkah tepat menuju promosi berikut ini:

Tangkas dan cerdas
Hari-hari kerja selalu dipenuhi dengan keadaan yang tidak terduga dan penuh kejutan. Bagaimana Anda mengatasi masalah `dadakan` itu menjadi kredit poin tersendiri bagi karir Anda. Jika waktu yang terbatas dan situasi yang panik tak menghalangi Anda untuk mengatasi masalah, menunjukkan betapa Anda mampu menganalisa masalah dengan cepat dan tepat. Tetap tersenyum dan sikap tenang akan mengesankan pada atasan Anda betapa tidak gentarnya Anda terhadap masalah-masalah itu.

Siap melebarkan sayap dan tanggung jawab Keinginan Anda mengemban tanggung jawab yang lebih besar akan mengesankan supervisor Anda. Kemudian inisiatif Anda bertanya dan memberi saran juga merupakan nilai lebih. Kesediaan Anda meluangkan waktu menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang selalu siap dalam segala suasana.

Lebih banyak bekerja daripada bicara
Usahakan untuk cepat mengerjakan tugas dan jangan banyak omong untuk masalah yang tak perlu. Lagipula kebanyakan bicara tanpa diserta tindakan yang nyata akan membahayakan posisi Anda.

Upayakan promosi terselubung
Siapa bilang kalau promosi atau usaha Anda itu harus digembar-gemborkan, terkadang pengumuman itu membuat runyam rencana. Bisa-bisa malah Anda yang dimanfaatkan oleh teman yang punya niat jahat. Pastikan ide Anda dan usaha promosi Anda jatuh ke orang yang tepat.

Dekatlah ke lini strategis
Bergabunglah dengan orang-orang berpengaruh yang bisa mempengaruhi percepatan karir Anda. Agar tidak mencolok, Anda bisa mengambil tempat duduk berdampingan saat makan siang. Jika Anda sudah melewatkan waktu dengan para eksekutif, maka jangan heran jika Anda telah dianggap sebagai kalangan dekat yang otomatis akan membuat jalan Anda tambah lancar. Tapi hati-hati, tetaplah pada prinsip `don`t trust anybody` karena tidak tertutup kemungkinan orang yang Anda pilih justru menjadi bumerang bagi Anda.

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan http://www.hersmagz.com) Tujuh Isyarat Akan Dipromosikan Bos
Jujur saja, Anda pasti akan bersuka cita kan jika dipromosikan naik jabatan oleh bos? Tapi tentu saja untuk mendapatkan promosi itu tidaklah mudah. Butuh usaha dan perjuangan keras untuk memperolehnya. Karena tidak ada seorang atasan pun yang mau begitu saja mempromosikan anak buahnya.

Tapi ada beberapa pertanda yang mengisyaratkan bahwa sebentar lagi bos akan segera segera mempromosikan Anda. Apa saja kah? Simak tujuh isyarat penting di bawah ini:

Bos memuji di belakang Anda
Ada tipe bos yang tidak suka berterus terang memuji anak buahnya. Nah kalo teman Anda menyampaikan bahwa diam-diam bos suka memuji di belakang Anda, ada kesempantan untuk naik jabatan. Biasanya bos yang seperti ini khawatir jika pujian yang dilontarkannya akan menyebabkan anak buahnya besar kepala. Sehingga ia lebih suka memuji di belakang punggung Anda.

Bos meminta Anda mengerjakan tugas senior
Bila tiba-tiba bos menugaskan Anda mengerjakan hal-hal sulit, yang seharusnya menjadi tugas senior, Anda boleh berbangga. Karena berarti bos mulai menyadari potensi Anda dan yakin bahwa Anda mampu mengerjakannya. Maka jangan mengeluh atau menyatakan ketidaksanggupan Anda. Terima dan hadapilah tantangan tersebut.

Bos mempercayakan tugas di saat kritis
Bila tiba-tiba Anda mendapat tugas darurat yang ternyata bisa menyelamatkan perusahaan, itu salah satu isyarat penting bahwa bos sangat yakin dengan kemampuan Anda. Dan jika Anda mampu menyelesaikannya nama Anda langsung masuk dalam daftar karyawan yang akan segera “naik pangkat”.

Bos membiarkan Anda bekerja sendiri
Bila Anda harus bekerja seorang diri, jangan buru-buru mengambil kesimpulan bos mengabaikan Anda. Inilah tanda bahwa bos sangat mempercayai Anda. Tidak hanya soal kepercayaan tetapi juga soal etika. Bukankah sangat tak nyaman bila saat bekerja bos mondar-mandir mengawasi Anda seperti seorang satpam yang siap memergoki maling?

Bos melibatkan Anda dalam kegiatan di luar
Anda bisa bangga bila diberi tugas mewakili perusahaan pada kegiatan di luar. Apalagi mewakili langsung bos Anda yang tak dapat hadir. Bila Anda mendapat tugas itu, berarti bos sangat menghargai keahlian serta karakter Anda. Ia dengan bangga memperkenalkan Anda sebagai kesatuan dalam tim kerjanya.

Bos memperhatikan kesejahteraan Anda
Bila Anda pernah menerima email dari bos Anda menanyakan soal kesejahteraan Anda dan kemudian dia memperjuangkannya secara diam-diam itu tandanya bos memperhatikan kesejahteraan Anda. Dan tentu saja perhatian ini bukan tanpa alasan. Bos merasa bahwa Anda layak mendapatkan kesejahteraan yang lebih karena potensi dan keahlian Anda.

Tujuh isyarat tersebut dapat membuka tabir rahasia bagaimana sesungguhnya sikap bos terhadap Anda. Yang penting Anda harus menyertakan ketulusan dalam menjalankan tugas, kerja keras dan dedikasi. Bila bos Anda memang seorang pimpinan yang hebat, dia pasti mengamati Anda dengan sejumlah rencana masa depan yang lebih gemilang. Nah jika Anda mengalami tujuh isyarat tersebut, siap-siaplah menyambut karir yang lebih oke!

Sumber :

(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan http://www.hersmagz.com)

Jenis-jenis Metode Training

images345

 

 

 

 

 

 

Setelah rangkumnya berbagai persyaratan yang harus ditempuh seorang tenaga kerja, yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang karyawan baru bagi perusahaannya, tahapan berikut yang cukup esensial ialah proses pelatihan terhadap tenaga kerja baru tersebut. Proses pelatihan akan menjadi titik awal bagi para karyawan dalam mendapatkan gambaran akan tindakan atau pekerjaan yang akan harus ia tempuh dikemudian hari.

Tidak hanya dilakukan pada saat-saat masa orientasi karyawan baru, proses pelatihan yang ditujukan bagi karyawan juga mencakup para karyawan senior yang mengharuskan ia untuk turut serta dalam proses pelatihan guna mengenal sekaligus memahami pekerjaan-pekerjaan baru yang akan pasti ia hadapi nantinya. Berbicara proses pelatiahan secara mendetail dan panjang lebar, tentu akan menyerap waktu yang cukup panjang, untuk itu penulis akan memberikan sedikit point penting mengenai hal-hal yang patut kita ketahui dalam proses pelatihan, yaitu tentang jenis-jenis metode yang umum digunakan dalam proses pelatiahan (Training Methode ), adapun jenis metodenya ialah sebagai berikut :

1) Metode On The Job Training

Hampir 90% dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui metode on the job training. Prosedur metode ini informal, observasi sederhana dan mudah serta praktis. Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format. Pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru memperhatikannya.
Metode ini dapat pula menggunakan peta-peta, gambar-gambar, sample-sampel masalah dan mendemonstrasikan pekerjaan agar pegawai baru dapat memahaminya dengan jelas. Metode ini sangat tepat untuk mengajarkan skill yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Manfaat dari metode ini adalah peserta belajardengan perlengkapan yang nyata dan dalam limgkungan pekerjaan atau job yang jelas.

2) Metode Vestibule atau balai

Vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang disunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dan dalam waktu yang sama. Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan dengan pengawasan instruktur, misalnya pe;atihan pekerjaan, pengetikan klerek, operator mesin.

3) Metode Demonstrasi dan Contoh

Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melaui suatu tahap perencanaan dari “Bagaimana dan apa sebab” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan. Metode ini sangat efektif, kaena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, karena dikombinasikan dengan alat Bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, diskusi.

4) Metode Simulasi

Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Simulasi ini merupakan pelengkap sebagai tehnik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games).
Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.

5) Metode Apprenticeship

Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

6) Metode Ruang Kelas

Metode ini merupakan metode training yang dilakukan di dalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. Metode ruang kelas adalah kuliah, konferensi, studi kasus, bermain peran dan pengajaran berprogram (programmed instruction).

Harus kita akui bahwa kualitas yang lekatkan terhadap seorang tenaga kerja dalam proses pelatihan akan sangat mencerminkan tingkat efektifitas maupun efisiensi dari kinerja suatu perusahaan kedepannya. Tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja perusahaan dapat prediksikan akan menjadi buruk jika tingkat kualitas pemahaman akan program pelatihannya pun juga buruk, begitu juga sebaliknya.

Profesionalisme seorang karyawan akan keseriusan menjalankan proses pelatihan sangat dibutuhkan demi tercapainya target-target organisasi atau perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. Dan sejatinya dengan cukup tersedianya berbagi pilihan seorang manajer ataupun perusahaan dalam menggunakan metode pelatihan (Training Methode )yang akan dipilihnya, setidaknya akan memberikan opsi menguntungkan daripada manajer maupun perusahaan yang bersangkutan dalam mengaplikasikan metode terbaik yang memang layak mereka gunakan.

Sumber : “Seri Diktat Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi , Universitas Sumatera Utara Medan”.

oleh : Septian Prima Rusbariandi