Dia hanya seorang gadis cilik yang biasa saja…

Dia hanya seorang gadis cilik yang biasa saja, nggak ada yang spesial dalam hidupnya, gadis cilik itu namanya “efra”, dan baru duduk di kelas 5 SD. Orang-orang bilang kalau hidupnya penuh penderitaan dan ketidakadilan, tapi menurut dia, hidup ini indah dan cukup adil untuk dirinya, dia selalu membawa senyum kemanapun dia berada, walaupun beberapa orang banyak yang mencemooh dirinya, dan menganggapnya sebelah mata, tapi dia nggak ambil pusing tentang semua itu, dia tetap terus berjalan dan tetap tersenyum.

Sehari-hari dia membantu ibunya untuk membuat gorengan untuk dijual dipasar, setiap pagi, sehabis sholat subuh dia selalu membantu ibunya, walaupun kantuk masih terasa dan mata ingin sekali dipejamkan lebih lama, tapi dia sama sekali nggak pernah mengeluh atas semua ini.

Setelah sajian gorengan telah selesai dan siap dibawa ke pasar, lalu efra pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah sambil membantu membawa barang dagangan ibunya ke pasar.

Sesampainya Disekolah…
Efra sudah sampai disekolah, dan jam sekolah menunjukkan 5 menit lagi jam pelajaran akan dimulai, efra adalah anak yang rajin, walaupun dia hidup serba kekurangan, tapi dia nggak pantang menyerah, dia memang tidak punya buku panduan belajar untuk menemani dia belajar, tapi dia punya inisiatif untuk membaca buku di perpustakaan dan terkadang belajar bersama dengan teman-temannya.

Teman efra sangat sedikit, alasannya pertama karena efra adalah orang biasa dan serba kekurangan, banyak yang tidak mau mendekat dengannya, efra memang tidak menyalahkan semua itu, karena dia tahu kalau semua ini karena orang yang memandang segala sesuatu karena materinya saja, aneh memang kalau anak sekecil efra sudah memandang sejauh itu, tapi itulah ajaibnya efra, walaupun umurnya masih belia, tapi dia sudah sebijaksana orang dewasa. Walaupun banyak orang yang tidak mau mendekat dengan dia, tapi dia punya beberapa sahabat, yaitu; “kemal” dan “tita” yang selalu menemani efra disaat sedih dan gembira.

Efra, dia hanya tinggal ber-empat dengan keluarganya, yaitu; ibu, kakaknya, dan adiknya yang masih berumur 3 tahun, ayahnya meninggal karena penyakit ginjal yang di idapnya 1 setengah tahun yang lalu, dan ayahnya baru meninggal sekitar 6 bulan yang lalu.

Kakaknya selalu bertindak kasar sama efra dan suka mengeluarkan cacian dari mulutnya, kakaknya selalu menganggapnya sebelah mata, tapi efra menanggapi semua itu hanya dengan senyuman. Efra nggak tau, kenapa semua orang begitu menganggapnya sinis dan sebelah mata?, apakah karena wajahnya yang tidak menarik dan tampak seperti orang tolol, atau karena orang yang terlalu cepat menjudge dia sebagai gadis cilik yang tidak bisa melakukan apa-apa?

Efra sadar, kalau semuanya ini bagian dari hidup, dan semuanya ini pasti akan berakhir, segala derita yang di alami akan berakhir, karena efra yakin kalau dunia ini terus berputar, dan manusia tidak melulu berada dibawah penderitaan, efra yakin kalau hidupnya akan berubah, efra yakin dengan kepastian akan perubahan, efra selalu meyakinkan dalam hati; “asalkan dia mau berusaha tanpa menyerah, dia akan menuai hasilnya”, itulah keyakinan yang dia pegang.

Efra tak pernah menyalahkan Tuhan atas hidup yang dia terima, karena dia tau Tuhan tidak pantas untuk disalahkan atas semua derita yang dijalani, karena dia sadar kalau hidup ini memang harus seperti ini, dan dia juga tidak pernah merasa kalau dia adalah orang yang paling menderita didunia dan orang yang selalu merasa sendiri dan tidak ada yang menemani, karena dia yakin dia tidak sendiri dalam dunia ini.

Hidup adalah perjuangan, segala cobaan dan tes tak akan pernah berakhir selama efra masih hidup didunia ini, efra tau itu, yang harus dia lakukan adalah menjalani setiap level tes hidup ini dengan baik dan tanpa mengeluh, karena itulah efra tak pernah mengeluarkan air mata, dan mengeluh, efra terus berjuang dan mencintai hidupnya, apapun yang terjadi efra nggak boleh menyerah, dan tetap tersenyum dengan rona pipi merahnya yang manis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s