Ini Punya Siapa Hayoo..?

Tutup aja putty-ku sayang, pindah ke browser.. klik sana, klik sini, hantam sana, hantam sini, mirip sopir metro mini di jakarta.
Akhirnya mata saya tertuju pada sebuah situs yang bener2 bikin gregetan. Salah satu image yang sempat saya gantol, kayak gini nih..


Jadi ingat waktu kecil, tiap nonton acara grebeg suro. Kirab pusaka, dan yang paling bikin saya inget adalah tari reog Ponorogo. Eh, sekarang ada tari Reog Malaysia. ha ha ha, lucu juga saya pikir.
Kalo sampeyan mikir, kok mirip banget yah..? sampeyan kliru banget. Bukan mirip, karena memang itu reog ponorogo lho.. Kok bisa toh ??
Menurut pengakuan seorang warok Ponorogo (sebut saja dika_imut, bukan nama sebenarnya, red) Topeng dadak merak (topeng harimau dengan bulu merak di atasnya) tidak akan bisa dibuat oleh sembarang orang, perlu ritual khusus dan tangan2 terpilih. Dan setelah di konfirmasi ke sana-sini sampe ke kolong kasur, lobang tikus dan daerah sekitarnya, akhirnya terungkaplah bahwa pemerintah Malaysia memang sering sekali mengajukan permintaan export topeng dadak merak ke sejumlah pengrajin di Ponorogo sejak tahun 2000! tentu saja gak ngomong kalo mau dibuat ‘mbajak’. hehehe.
Sekarang baru terasa, pentingnya suatu hal kecil yang biasa dipanggil “hak cipta” yang dalam bahasa Madura sering disebut ‘copyright’. Dan begitu ngerti Reog dipentaskan (bahkan diakui sebagai budaya asli) negara tetangga (walaupun bukan dengan istilah reog), ramailah protes.. tapi yah.. kembali lagi, sudah terlambat Mbokde..!
Sekarang gimana? mau ngapain lagi? 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s