Arcview lagi…sebuah cerita..dan Tutorial

BUat Njawab req dari bro dodhi tentang penglaman gw pke arcview Nah, ini dia… titik dimana pengolahan data gis mulai terasa mudah. Karena hampir semua posesnya berlangsung under windows dan tampilan yang sedikit user friendsly dibandingkan aplikasi windows lain. Jika kita memandang arcview sebagai suatu perangkat lunak, maka kita dapat melihatnya dalam berbagai sisi. berbagai sisi tersebut antara lain keteknikan, Kartografi dan Pemetaan. Dalam berbagai sisi tersebut Arcview memiliki kelebihan dan kehandalan yang sulit disamakan dengan perangkat lunak lain.

Dari keteknikan, arcview menyediakan akurasi hingga 8 digit dibelakang koma sehingga ketelitian pada berbagai sistem koordinat akan mencapai nilai yang sangaat tinggi. Ketelitian ini hanaya dibatasi oleh ketelitian dan ketekunan pengguna untuk melakukan input data.

Bahkan ketelitian arcview dlam hal sistem koordinat yang digunakannya hanya daapat dissamai oleh perangkat-perangkat lunak yang khusus untuk keteknikan seperti autocad dan

Satu sisi yang lain adalah melihatnya dalam kaca mata sistem informasi. Maka arcview merupakan perangkat lunak yang lugu, karena menyediakan sarana kustomisasi yang sangat bebas bagi para penggunanya. Kustomisasi ini terkadang mengorbankan bahkan menghilangkan identitas arcview itu sendiri. Hal ini menunjukkan dengan sangat bhwa sesungguhnya arcview memang dibaktikan sepenuhnya untuk kemudahan penggunanya.

Sekilas Arcview

Arcview merupakan perangkat lunak yang ddikembangkan oleh ESRI (Environtmental research Institute). Perkembangan Arcview sebagai perangkat lunak GIS seiiring dengan munculnya sistem operasi windows. sedangkan ‘adikknya’ , Arcinfo merupakan perangkat lunak berbasis DOS.

Untuk mengetahui perkembaangan ARCVIEW kita perlu melihat sekils ke balakang. Arcinfo menjadi populer sebagai perangkat lunak GIS yang handal dari kampus-ke kampus. Walaupun memiliki banyak ketidakpraktisan seperti sulitnya melakukan layout, perintah yang cukup banyak dan rumit dan berbagai kesulitan lainnya, penggunaan arcinfo tidak tergantikan. Bahkan hingga arcview mulai masuk ke pasaran, input data GIS masih sepenuhnya dipegang oleh arcinfo. Proses-proses digitasi pada waktu itu memang sangat didukung oleh arcinfo. termasuk pengolaahan data graafis hsil inputing. Bahkan arcinfo memiliki sarana kustomisasi menggunakan bahasa sml (simple macro language).

Ketika arcview masuk di pasaran sebagian pengajar enggan mengganti arcinfo dan hanya menggunakan arcview sebagai perangkat lunak untuk melakukan lay-out peta saja. Hal ini sebenarnya untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai banyak hal seperti : topologi, sistem koordinat, dan banyak haal lain yaang tidak akan didapat bila siswa langsung diajarkan arcview.

Perkembangan citra penginderaan jauh sebagai sumber data gis, sangat mendukung perkembangan arcview. Metode digitasi menggunakan perangkat digitazer mulai ditinggalkan dan digitasi layar mulai umum di lakukan. Citra-citra penginderaan jauh yang beredar di pasaran biasanya sudah memiliki sistem koordinat geografis, yang sangaat memudahkan proses pembiuatan peta-peta tematik maupun peta-peta dasar. Kemudahan arcview untuk menaambahkan kemampuan menampilkan berbagai data penginderaan jauh dalam berbagai format sangat menunjang hal ini.

Arcview mendukung semua hal yang dapat dikerjakan arcinfo. Dari proses digitasi, layout hingga manipulasi data tabuler. Dalam digitasi atau input data, arcview menawarkan loncatan dari model lama yaitu menggunakan digitizer ke model baru yaitu digitasi on-screen. Digitasi on-screen ini juga menyederhanakan proses clean dan build karena sudah diintegrasikan dengan kewajiban pengguna dalam proses digitasi tersebut. Untuk titik hanya dikenal satu macam, sehingga setiap mengguna melakukan input satu titik maka berarti dia menambah satu record di data tabuler. Data garis juga demikian, dan yang agak rumit adalah poligon. Ada input poligon standar yang bila dibuat akan menghasilkan satu record, kemudian ada sisanya adalah menghasilkan dua hingga lebih record yaitu dengan draw line append to poligon dan draw line split to poligon. Hal ini memudahkan proses input area yang merupakan poligon, seperti penutup lahan,penggunaan lahan, kondisi geologi dan sebagainya (tema-tema yang sering diproyekkan).

Seorang maniak arcview akan berubah wujud menjadi avenue programmer ketika bulan purnama datang. Perubahan ini terjadi ketika ia tertarik dengan script dan mulai mengutak-atik system script pada arcview. Avenue ini merupakan macro-nya arcview dan bersifat OOP (Object Oriendted Programming). Tapi perjalananan perubahan tersebut masih cukup panjang sebelum ia dinisbahkan menjadi GIS Programmer. Menunggu tujuh purnama dan beberapa korban…. hahahaa… becanda ding….

Tutorial:

http://www.anjar.web.ugm.ac.id/bahankuliah/instalasiarcview.pdf

http://www.latin.or.id/gis/dokumen/e-BASIC%20GIS%20Mei%202008b.pdf

herisetiawan.web.id/wp-content/download/ArcView%203.3%20on%20Windows%20Vista.pdf

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Arcview lagi…sebuah cerita..dan Tutorial

  1. Lmyan bgus, soalx aq mahasiswa geodesi yg mawu nyusun skripsi ttg arc gis

  2. ok..sukses skripsinya…

    ayo kembangin soal GPS GIS..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s