FILM “VALKYRINE” TENTANG KUDETA NAZI

Operasi Valkyrie adalah suatu operasi untuk pengambil alih kekuasaan, yaitu sebuah operasi pemerintahan bayangan untuk meredam kekacauan di Jerman sekiranya Adolf Hitlerterbunuh dalam Perang Dunia II. Operasi ini disetujui oleh Hitler sebagai bentuk tindakan darurat yang melegitimasi angkatan perang untuk mengambil alih kekuasaan. Operasi ini dijalankan hanya jika Hitler tewas, dan demi keamanan negara, militer berhak mengambil alih kekuasaan. Namun, operasi itu dimanfaatkan untuk mengkudeta Hitler.

Movie Review :

Film “Valkyrie” diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada 20 Juli 1944. Pada waktu itu beberapa petinggi militer Jerman melancarkan operasi Valkyrie yang bertujuan untuk menjatuhkan rezim Hitler. Namun sayang operasi itu gagal, bom yang diledakkan oleh Kolonel Claus Graf Schenk von Stauffenberg (Tom Cruise) hanya melukai lengan Hitler. Setidaknya ada 15 kali usaha pembunuhan terhadap Adolf Hitler, namun semuanya gagal termasuk operasi militer Valkyrie ini. Rupanya Hitler hanya boleh mati lewat angannya sendiri, 9 bulan setelah usaha kudeta ini.

Dikisahkan bahwa Count Claus Schenk Graf von Stauffenberg adalah seorang parjurit yang baik dan cinta bangsa dan tanah airnya. Statusnya sebagai tentara Jerman yang telah bersumpah setia-abadi kepada sang Führer, Adolf Hitler (David Bamber), tak membuat Kolonel Stauffenberg menjadi buta terhadap kekejaman yang dilakukan Hitler. Stauffenberg adalah anak seorang bangsawan Bavaria yang masuk dinas militer Jerman sejak 1926. Pada tahun 1943, saat bertempur di front PD II di Tunisia-Afrika bersama Divisi Panser ke-10, ia kehilangan mata kiri, tangan kanan, dan dua jari tangan kirinya. Dalam berbagai pertempuran yang telah ia jalani, Stauffenberg mulai menyadari bahwa Hitler sebenarnya sedang membawa Jerman ke jurang kehancuran. Stauffenberg sadar bahwa Hitler bukan hanya musuh bagi dunia, tetapi ia adalah musuh bagi Jerman sendiri.

Meskipun Adolf Hitler dipandang seperti “dewa”, namun tidak semua orang Jerman setuju dan mencintai Hitler, ada golongan-golongan bahkan kalangan Militer yang tidak setuju pada kebijakan-kebijakan Hitler. Sekelompok elit politik dan petinggi militer Jerman menyusun siasat untuk memberontak pada Hitler, “kelompok” semacam ini dikenal dengan sebutan “The German Resistance“. Kalangan militer yang tergabung di sana, pangkat mereka beragam, dari letnan hingga jenderal. Pada saat Kolonel Stauffenberg mengalami cedera di Tunsia, diceritakan dalam film itu terjadi percobaan pembunuhan yang ke sekian kalinya kepada Hitler tengah bergulir. Namun seperti yang sudah-sudah, rencana itu selalu gagal.

Setelah kepulangannya ke Jerman, Kolonel Stauffenberg direkrut oleh kaum pemberontak untuk memulai kembali rencana pembunuhan kepada Hitler. Sebagai orang baru dalam tim konspirator tersebut, Stauffenberg menunjukkan ambisinya untuk mengabisi Hitler. Dalam film ini diceritakan dialah yang memberikan ide penggunaan operasi Valkyrie untuk tujuan kudeta. Ide ini muncul secara kebetulan, di saat yang tidak disengaja, Stauffenberg mendengar komposisi musik Ride of the Valkyries ( Die Walküre/ Walkürenritt), karya Richard Wagner (1813 -1883), dan dia sadar ada sebuah operasi militer bernama Valkyrie yang (menurutnya) dapat digunakan sebagai jalan bagi rencana pembunuhan berikutnya. Maka, rencana pembunuhan yang ke 15 ini rencananya disusun lebih matang dengan ide brilian.

Dalam usaha pembunuhan kepada Hitler ini, Stauffenberg, bekerja sama dengan Mayor Jenderal Henning von Tresckow (Kenneth Branagh) dan Jenderal Friedrich Olbricht (Bill Nighy) dan beberapa elit politik. Namun, mereka harus menghadapi Jenderal Friedrich Fromm (Tom Wilkinson). Sulit untuk membunuh Hitler karena ia dikelilingi orang-orang yang setia dan sangat menjaga keselamatan sang Führer. Akhirnya disusunlah sebuah pemboman di Rastenburg, Prusia Timur (sekarang termasuk wilayah Polandia). Di tempat yang bernama Wolf Lair / Wolfsschanze (sarang serigala) ketika Hitler mengadakan pertemuan untuk membicarakan langkah militer bersama para petingginya. Stauffenberg diikutkan hadir pada pertemuan itu. Pada waktu yang ditentukan, Stauffenberg yang ditemani ajudannya, Letnan Werner von Haeften berhasil meledakan bom yang dikemas didalam sebuah tas kerja dan diletakkan di posisi yang paling dekat dengan Hitler. Setelah bom itu meledak dan Stauffenberg mengasumsikan Hitler tewas, ia segera menghubungi Jenderal Olbricht untuk segera mengaktifkan operasi Valkyrie.

Sayang sekali, Hitler yang diharapkan tewas hanya mengalami cedera kecil dalam ledakan itu. Dan tak lama kemudian segera tercium upaya kudeta. Jaringan “The German Resistance” menjadi incaran tentara yang setia kepada Hitler. Otomatis usaha kudeta dengan menggunakan Operasi Militer Valkyrie ini gagal, kepanikan terjadi di kelompok pemberontak. Kegagalan usaha kudeta ini juga karena kurangnya dukungan faktor alat komunikasi yang sangat berperan penting untuk kesuksesan misi tersebut. Kekuasaan tidak cukup hanya dengan “moncong senjata”, tetapi juga penguasaan jalur komunikasi. Ketika jalur komunikasi ditutup, mereka langsung lumpuh. Josef Goebbels (yang menjabat sebagai ‘Menteri informasi’), ia adalah salah seorang yang paling setia kepada Hitler, pada hari itu juga memerintahkan stasiun radio mengabarkan bahwa Hitler selamat dalam percobaan pembunuhan. Informasi melalui siaran radio ini sangat memberi dampak bagi orang-orang yang masih pro Hitler dan para pemberontak.

Pada tengah malam, para pemimpin kudeta yang berada di gedung Bendlerblock, kantor Departemen Pertahanan pemerintah Jerman pada saat itu, ditangkap. Mereka adalah Jenderal Olbricht, Kolonel Stauffenberg, Letnan Haeftner, dan Kolonel Mertz Quirnherm. Ludwig Beck memilih bunuh diri dihadapan para tentara yang masih setia kepada Hitler. Di front Timur, Mayor Jenderal von Tresckow bunuh diri dengan sebuah granat tangan setelah ia mengetahui Operasi Militer Valkyrie gagal. Kemudian sebagian besar anggota komplotan ini ditangkap, termasuk Erwin von Witzleben, dan Carl Goerdeler calon kanselir Jerman bentukan para pemberontak. Mereka dieksekusi mati.


Monumen di Bendlerblock : Gugur disini demi Jerman pada 20 Juli 1944: Kolonel Jenderal Ludwig Beck, Jenderal InfantriFriedrich Olbricht, Kolonel Claus Graf Schenk von Stauffenberg, Kolonel Albrecht Ritter Mertz von Quirnheim, Letnan Senior Werner von Haeften.

Keperkasaan Adolf Hitler tidak berlangsung lama lagi. Dan tidak semua orang Jerman mencintai Hitler, ada banyak kelompok-kelompok anti Hitler yang dikenal dengan “The German Resistance“, ada tokoh yang cukup dikenal Dietrich Bonhoeffer, seorang rohaniawan turut dalam gerakan anti Nazi. Ia pernah dievakuasi ke Amerika, tapi memilih kembali ke Jerman untuk berjuang demi kebenaran. Dalam salah satu khotbahnya, Bonhoeffer pernah menyatakan bahwa Hitler bukanlah seorang Führer (pemimpin), melainkan Verführer (penyesat). Ia ditahan bulan Maret 1943, dan dieksekusi dengan hukuman gantung tanggal 9 April 1945 di kamp konsentrasi Flossenbürg, seminggu sebelum pecahnya Pertempuran Berlin (Battle of Berlin) yang berujung dengan takluknya ibukota Jerman tersebut. Adolf Hitler bunuh diri pada 30 April tahun 1945 bersama istrinya (Eva Braun) yang dinikahinya belum lama. Adolf Hitler sang Führer menghabisi dirinya sendiri di bunker bawah tanah-nya. Sebuah harga dari kegagalan impiannya untuk menguasai dunia. Kematian Hitler menjadi tanda runtuhnya rezim Nazi.

Film Sejarah Jerman “Rasa Amerika”

Ada hal yang jelas dapat dilihat sebagai “hal yang kurang wajar” dalam kemasan film Valkyrie ini. Yaitu penempatan power/ wewenang dari Kolonel Stauffenberg yang terlihat lebih dominan daripada peran-peran para elit politik dan dewan jenderal dari kelompok pemberontak itu. Misalnya peran dari Jenderal Friedrich Olbricht (Bill Nighy) lebih seperti “Alfred Pennyworth” bagi sang master Bruce Waine alias Batman. Padahal tentu saja peran Jenderal Friedrich Olbricht lebih penting, baik dalam wewenang maupun penyusunan strategi. Film sejarah ini jelas kelihatan “dikemas” menjadi film superhero ala Hollywood. Cirinya jelas “Tom Cruise” sebagai “jagoan tunggal”. Memang Kolonel Stauffenberg adalah seorang prajurit yang luar-biasa gagah berani dan rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Namun, Kolonel Stauffenberg hanyalah salah seorang partisipan baru dalam usaha kudeta (yang sebenarnya sudah berlangsung lama). Perannya memang penting karena ia menjadi seorang eksekutor yang menaruh koper berisi bom untuk membunuh Adolf Hitler dan ia ditugasi untuk memobilisasi pasukan cadangan untuk melaksanakan operasi ini. Namun tentu saja kekuasaannya ada dibawah dewan jenderal yang aktif dalam kelompok pemberontak itu.


Inilah Kaum pemberontak itu, dari kiri: Carl Goerdeler (Kevin McNally), Kolonel Mertz von Quirnheim (Christian Berkel), Jenderal Friedrich Olbricht (Bill Nighy), Kolonel Claus von Stauffenberg (Tom Cruise), Ludwig Beck (Terence Stamp), Erwin von Witzleben (David Schofield) dan Mayor Jendral Henning von Tresckow (Kenneth Branagh).

Film Valkyrie, tokoh Kolonel Stauffenberg sempat menjadi kontroversi di kalangan politisi Jerman juga dari keluarga tokoh Stauffenberg. Film Valkyrie semestinya adalah film yang bagus, selain diproduksi dengan biaya yang mahal juga dibuat oleh seorang sutradara yang lumayan beken Bryan Singer (X-Men, X2, Superman Returns), apalagi didukung oleh sederetan aktor-aktor yang bagus. Film Valkyrie semestinya tak dikemas sebagaimana film-film Amerika yang menonjolkan satu orang super-hero, parahnya lagi superhero yang dipilih memerankannya adalah aktor Tom Cruise yang sangat “Amerika”. Lengkaplah film yang berlatar sejarah ini berubah menjadi semacam “Superman Returns” yang seturut selera Holywood kebanyakan. Faktor Cruise justru yang membuat film ini terlihat buruk. Dalam film Valkyrie ini ada seorang aktor Jerman , barangkali lebih cocok dibanding Cruise, dia adalah Thomas Kretschmann berperan sebagai Mayor Otto Ernst Remer. Andai film “Valkyrie” dibuat oleh sutradara semisal Ridley Scott atau Roman Polanski, mungkin pemilihan “cast”-nya akan lebih pas, juga latar belakang sejarah yang lebih wajar tidak berubah menjadi “Americanized movie“.

Namun film “Valkyrie” tidak sepenuhnya buruk, kualitas gambar dan tatanan lokasi cukup bagus. Dan tentu saja masih dapat dikatakan sebuah tontonan yang baik yang memberikan informasi sejarah masa lalu, bahwa di antara para “iblis” masih ada orang-orang yang masih mau mendengar hati nurani ketimbang doktrin-doktrin fasisme ciptaan manusia yang bermimpi punya kuasa seperti Tuhan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One thought on “FILM “VALKYRINE” TENTANG KUDETA NAZI

  1. flem ni baguz loh…..
    udah pd nonton pa blom?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s