Etika Resign : Studi Kasus Jika Seorang Programmer Mengundurkan Diri

Rekan2x, maaf kalo saya bertanya OOT..
Bagaimana etika nya kalau seorang programmer resign dari sebuah perusahaan.. apakah source code program yang sudah kita buat harus kita serahkan ke perusahaan ? Apakah source code merupakan hak kita ? Apabila program yang kita buat memiliki ketergantungan terhadap si programmer.. haruskah kita bertanggung jawab untuk di kemudian hari walaupun kita sudah resign ? Mohon pendapat..Thx

Best Regards,
Someone

Pengalaman saya pribadi, ada 2 jawaban untuk pertanyan diatas, yaitu ditinjau dari segi kita sebagai programmer dan kita sebagai pihak yang ditinggalkan. Jika pada SEO ada yang disebut Black SEO, pada dunia kerja ada juga istilah Black Programmer. Programmer jenis ini biasanya melakukan sesuatu yang negatif pada perusahaan yang ditinggalkan. Bisa dalam bentuk membuat bom waktu yang dipasang pada program yang dibuat, menghapus priviledge tertentu, menyembunyikan trojan dan banyak lagi.

Beberapa perusahaan memiliki aturan yang ketat dan tegas mengenai sistem komputerisasi ditempatnya. Sebagai contoh, ada batasan-batasan tertentu jika seseorang ingin mengakses suatu kode atau database. Ada mekanisme internal yang harus dipenuhi jika ingin melakukan sesuatu.

Meski demikian, banyak juga perusahaan yang belum memiliki atau belum menerapkan IT Audit yang ketat. Akibatnya, bukan sesuatu yang aneh jika sering terdengar komputerisasi pada suatu perusahaan lumpuh gara-gara key person yang menanganinya mengundurkan diri.

Alasan yang mendasari seseorang melakukan hal yang negatif bisa bermacam-macam, namun umumnya disebabkan oleh kekecewaan yang bersangkutan pada perusahaan tempat dia bekerja.

Sekarang, apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang ingin resign ? Apa etika yang harus dipegang jika ingin keluar dari pekerjaannya ?

Berikut adalah beberapa point dari saya :

1. Buat Catatan Seluruh Wewenang dan Dokumen yang Kita Pegang
Selain berguna bagi yang ditinggalkan, catatan ini juga berguna bagi kita karena akan mengurangi ketergantungan perusahaan yang ditinggalkan pada informasi yang kita miliki. Dokumen meliputi source code program, format aplikasi, catatan terkait dengan pekerjaan maupun hubungan dengan bagian lain.

2. Berikan Waktu yang Cukup
Berikan tenggang waktu yang cukup antara waktu kita bicara dengan waktu kita keluar. Jangan sampai bilang hari ini dan besok langsung keluar. Sesuai peraturan, biasanya standar waktu adalah 1 bulan, namun dalam kondisi tertentu bisa disesuaikan dan dinegosiasikan dengan perusahaan. Paling tidak, 2 minggu adalah waktu yang minimal untuk itu, kecuali perusahaan menyetujui tenggang waktu tertentu.

Selain berguna untuk membereskan pekerjaan yang tersisa, tenggang waktu yang cukup juga akan memberikan waktu bagi perusahaan untuk mencari pengganti dan memberikan kesempatan bagi kita untuk serah terima pekerjaan dengan pengganti.

3. Jangan Sekali-Kali Berbuat Negatif
Berbuat negatif dalam arti memasang bom waktu, menggunakan Salami technique pada kode program, memasukkan baris kode tertentu yang akan merugikan perusahaan maupun merusak sistem dan data. Dalam jangka pendek, perusahaan mungkin akan rugi namun dalam jangka panjang, kita akan menanggung karma akibat kelakuan kita.

Jika kita keluar baik-baik, biasanya perusahaan akan menghargai kita. Pengalaman pribadi saya, eks perusahaan memberikan kompensasi yang cukup dan memberikan benefit finansial jika satu saat membutuhkan konsultasi atau jasa kita.

4. Lakukan Serah Terima
Lakukan serah terima dengan pengganti. Jika pengganti belum ada, lakukan serah terima dengan atasan, sekaligus menyerahkan berkas yang kita pegang. Jika anda tidak melakukannya, bayangkanlah jika satu saat anda yang justru menjadi pengganti seseorang.

5. Selesaikan Pekerjaan
Jika waktu mencukupi, selesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Meski kita sudah resign dan sudah disetujui perusahaan, bukan berarti kita dengan leluasa datang siang, pulang lebih cepat, bekerja santai dan semaunya maupun hal-hal yang kurang baik lainnya.

Tunjukkan bahwa kita memang masuk secara baik-baik dan keluar juga secara baik-baik

Percayalah, andaikan anda yang dizhalimi oleh perusahaan (hehehe…), anda tetap akan mendapat solusi yang terbaik. Minimal, anda sudah bisa kabur dari perusahaan tersebut :-P.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s