seperti yang tak seharusnya

https://qusuth.files.wordpress.com/2010/09/boysdon27tcry.jpg?w=234

rasaku ini ada bukan karena rasamu
layaknya eksistensi hawa dikarenakan wujud adam terlebih dahulu
aku tak terpesona dengan indahnya purnama pada pandangan pertama
aku terpesona karena melihatnya perlahan dari sabit menjadi bulat yang sempurna

dalam diam telah kukisahkan banyak hal padamu
tak soal kau pahaminya atau tidak
dan dalam celoteh tak beraturan kusiratkan apa yang seharusnya semu
tak peduli jika kau lebih nikmati apa yang tampak

begitu banyak bahasa bisa dengan mudah kupelajari
hanya satu bahasa sulit kumengerti

bahkan untuk menamakannya saja aku tak bisa
mungkin hanya sorot mata yang bisa katakan segalanya

haruskah aku lontarkan beribu pujian
padahal kau mengerti betul arti kefanaan
dan sudah lelah aku nikmati madu dunia
pun aku tak butuhkan seluruh semesta

lalu apa yang kau dambakan
pada diri yang bahkan tak gantungkan hidupnya pada harapan
aku hanya berpegang pada pasrah-pasrah yang dijanjikan Tuhan
jika kau berkenan akan esensiku yang (mungkin) termarjinalkan zaman
maka datanglah padaku dan mari kita pergi menuju tempat yang jauh di atas awan

puisi aneh ku jam 7:30 sebelum ngantor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s