Kutemukan Senyuman itu..

Kutemukan di sebuah gallery bernama Smarttelecom amplaz, Entah bagaimana caranya atau siapa yang mengatur semuanya, yang tentunya pastilah dari Yang Maha Pengatur dan Maha Pasti, aku dipertemukan kembali dengan senyuman senyuman dari sebuah bibir, dalam keadaan yang berbeda. Tidak ada senyuman yang menghiasi  yang selama ini aku rindukan, aku impikan dan aku cari,  Bibir itu terkatup rapat membentuk sudut tarik ke arah bawah bibir, sehingga membuat satu lengkungan kediaman yang beku. Ataukah kewibawaan yang kaku, yang merupakan suatu bentuk kekerasan tanpa menginginkan adanya perlawanan ???
Bibir yang terlatih untuk bisu, yang tiada bisa membuat mentari tersenyum, membuat makhluk menikmati anugrah dari Yang Maha Welas Asih untuk mendapatkan kedamaian pada bentuk mulut yang selalu terkatup rapat. Ataukah suatu bentuk perlindungan diri terhadap sesuatu yang aku pun tak pernah tahu, berlindung dari apakah hai engkau pemilik bibir yang terkatup ???

Duhai wanita pemilik senyum yang mampu menggetarkan sukma, akhirnya aku mengetahui semua tentangmu, namamu, dimana kamu tinggal, apa dan siapa mereka yang ada dan hadir dalam kehidupan kamu, meskipun aku harus berlindung pada topeng kebodohanku yang harus berlagak pilon dan menerima semua dustamu.
Duhai perempuan sang empu dari merekahnya bibir merah, akhirnya aku dapat menemukan dan membentuk sosok kaburmu . Dan bukanlah seberkas bayanganmu yang tak jelas, namun aku dapat mengetahui kamu secara seutuhnya dalam sandiwaraku yang seakan aku memang terlalu gampang kamu tipu dengan semua cerita dayamu.
Duhai mayang jiwa, tahukah mengapa kulakukan semua ini, karena seulas senyum yang lama aku dambakan akan hadir disini, membentang indah menghiasi dunia dan tanah ini dan melebarkan tawa sang surya yang semakin melebar, menambah kilau pada wajah dan…. Bibir yang kurindu selalu untuk dapat memberikan senyuman itu.
Mungkin wajahku sebodoh tampilan kaca mataku yang jarang kupakai, namun aku akan tetap aku, yang selalu bermain dalam bayangan semu, di dunia yang tiada warna selain kelabu. Dunia yang tidak pernah tampak atau menampakkan diri. Dunia yang selalu dicaci dan dimaki sementara dengan dunia itulah kami pertaruhkan semua demi keutuhan dan tegaknya negara ini. Dunia yang akan membiarkan dirimu menjadi tak bernama, tanpa identitas pasti dalam menjalankan kesehariannya. Akhh … dunia yang mungkin belum pernah terbayangkan secara nyata bagi dirimu, bagi mereka dan bagi banyak manusia di negara ini. Hmmmm……. Aku mengeluhkan ini kepadamu, duhai kamu pemilik senyuman yang membuatku melayang …………
Duhai pemilik senyuman yang mampu membawaku ke nirwana tatar ke tujuh……….. tahukah engkau, aku telah jatuh dalam buaian dongeng cinta yang selama ini aku pungkiri ???????
……………..kini   Aku tidak puas, aku memberontak, aku menjerit menyatakan protes bathinku atas kehilangan senyum dari bibir itu……… Setiap jejak aku ikuti, setiap berita aku tahui, setiap bau yang ada atau yang tertinggal dari tubuhmu aku endusi hanya agar terjawab rasa yang terlanjur menyesak karena tak terpuaskan atas sukmaku yang menolak kehilangan …………. Senyuman itu.

-Awal tahun 2010 karirku yang ke2 diatara keping2 cinta yg ga pernah semulus jalan karir-

4Dec2010, jakarta 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s