Hidup tidak selalu tentang pilihan

Sering kita mendengar kata-kata bahwa “HIDUP ADALAH PILIHAN”, dan tidak jarang bila kita mengamini kata-kata tersebut. Tapi bukan hal yang selalu ada dalam hati kita bahwa semestinya kita bersyukur ketika kita dalam situasi yang sesuai dengan kata-kata tersebut.

Bersyukur? Ya..

Hal yang tepat bagi kita dalam menjalani hidup yang penuh pilihan adalah bersyukur..

Tapi tidak jarang justru kita mengeluh kerap kali pilihan-pilihan dalam hidup terasa mencekik rongga pernafasan kita. Merasa tertekan seakan dalam keadaan depresi tingkat kritis untuk memilih SATU dari sejumlah pilihan yang terlempar kedepan wajah kita.

Dan inilah alasan kenapa kita harus bersyukur..

Menyadari bahwa tidak semua orang yang padahal memiliki hak yang sama untuk hidup, tapi justru tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pilihan, atau setidaknya memiliki kesempatan untuk memilih apa yang semestinya mereka lakukan.

Menyadari bahwa tidak semua orang mampu untuk hidup lepas dari tekanan maupun bayang-bayang yang menggerogoti sisa waktu yang mereka miliki untuk tetap bernafas..

Sementara sebagian merasa tercekik oleh hidup yang penuh dengan pilihan-pilhan yang tersedia didepan wajah mereka, justru sebagian yang lainnya malah jatuh terperosok dalam lubang kehidupan yang tertutup oleh dinding yang membuat mereka sulit untuk menoleh kepada pilihan lain selain menjalankan apa yang memang harus mereka jalankan demi memperpanjang nafas yang semakin pekat karna letihnya yang terus berjuang untuk hidup tanpa pilihan.

Tanpa perlu dijabarkan banyak contoh untuk kita memahami arti tulisan ini. Tidak perlu pula kita datang ke motivator untuk memotivasi kita dalam merubah gaya hidup kita yang semakin jauh dari rasa syukur. Karna yang harus kita lakukan hanyalah meluangkan sejenak waktu sebelum memejamkan mata untuk tidur dimalam hari, dan bertanya jauh ke dalam hati kita masing-masing ;

sudahkah kita menyikapi pilihan hidup yang mendatangi kita dengan rasa syukur layaknya seorang pengemis tua yang duduk di pinggir jalan tanpa mengharapkan mampu merubah hidup menjadi seorang jutawan?

 

tidak malu kah kita mengeluh ketika harus memilih satu pilihan yang tersedia didepan kita hanya untuk merubah kita menjadi satu langkah didepan anak-anak jalanan yang belum bosan bernyanyi demi hari esok mereka agar tetap bisa tertawa bersama temannya dihadapan mobil-mobil mewah ditengah cuaca yang selalu berubah setiap menitnya?

Atau mungkin, haruskah kita memohon pada Tuhan agar kita bertukar nasib dengan wanita paruh baya yang harus bangun di pagi buta untuk memohon belas kasian para ibu yang sedang belanja sayur di sebuah pasar yang penuh dengan genangan air disetiap sudutnya??
Lepas dari semua itu, bersyukurlah kita yang setelah membaca tulisan ini lalu kemudian memahami bahwa, “HIDUP TIDAK SELALU TENTANG PILIHAN” ….

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s