menjadi dewasa? hmmm itu pilihan…

hmm “kedewasaan” ini topik yang aku mau tulis, aku pernah dianggap tak dewasa dengan pasanganku.. ada yang bilang km dewasa hanya diluar (kerjaan) , mulai dari mana yaa.. sini aja  , Seseorang dikatakan dewasa bukan karena dia telah mencapai umur tertentu. Terkadang, ada orang yang umurnya sudah tua tapi ada yang mengatakan perilakunya masih kekanak-kanakan. Ada juga, seseorang yang tergolong masih muda, tapi ada juga yang mengatakan dia itu seorang yang dewasa. Fenomena keseharian ini memperlihatkan bahwa umur tidak memberikan jaminan seseorang itu mampu mencapai kedewasaan. Lantas, kedewasaan itu apa sih..?.

setiap langkah kehidupan sampai umurku yang sekarang (24 red) masih muda kan, aku bertemu dengan beberapa orang yang menurutku dewasa, dewasa dalam arti luas, dalam hal cinta, karir, dll.. cara yang paling mudah untuk mengukur kedewasaan adalah ketika seseorang itu dihadapkan kepada permasalahan-permasalahan yang ada. Nanti, saya akan meceritakan  sebuah kisah kehidupan seseorang yang aku kenal *  yang begitu tegar menghadapi masalah. Kisah itu, bagi saya sangat mengharukan, saya sempat menitikkan air mata mengetahui cerita itu ( walau tidak secara langsung..) . Entah, saya barangkali tak sanggup bertahan ketika menghadapi masalah yang sama seperti yang dialami seseorang itu. Dari kisahnya, saya hanya ingin mengajak untuk  mencoba jujur terhadap diri kita masing-masing.  Apakah kita sudah dewasa ataukah belum..?

Sejauhmana kita bisa memandang sebuah masalah dengan cara pandang yang berbeda, sebuah cara pandang menggunakan kejernihan berpikir kita. Kita semua tahu, permasalahan akan senantiasa ada, yang terpenting adalah bagaimana kita bersikap ketika menghadapi masalah tersebut. Disinilah sebuah kedewasaan  akan terlihat.

Baik,  sambil merenung, saya akan memenuhi janji.
Seperti yang saya janjikan diawal tadi, saya akan bercerita tentang sebuah kisah nyata. Kisah ini  diceritakan oleh teman saya ketika saya masih bekerja diIT consultan di jogjakarta, Sudah cukup lama . Tapi, memori saya masih terus mengingat kisah itu. Kisahnya adalah tentang seorang pemuda yang sederhana, dia seoranganak sma di kampung bernama kopeng ( kalo ada yang tau itu deket salatiga mau ke magelang)  di derah kab semarang . Suatu ketika,  dia sedang kekurangan uang.  Dia pernah tidak makan nasi selama 20hari karena uangnya tidak cukup untuk membeli    , cerita ini nyata dialami . Barangkali ada yang bertanya, bagaimana dia bisa bertahan hidup…?.

Setiap hari, dia hanya menganggarkan uang seribu rupiah untuk bisa menganjal perutnya dari rasa lapar. Setiap pagi,  dia membeli sepotong roti seharga limaratus rupiah untuk bisa bertahan dari rasa lapar di siang harinya. Begitu juga, ketika sore tiba, dia melakukan hal yang sama, membeli lagi sepotong roti seharga lima ratus rupiah untuk bisa  bertahan dari rasa laparnya sampai esok pagi tiba. Begitu seterusnya, sampai 24 hari lamanya. ayahnya sudah almarhum, tinggal ibuya yang harus bekerja keras menghidupi ke2 adiknya yg masih sekolah sd,

Dia tak mau meminjam uang karena dia tak mau merepotkan temannya ( gak enakan sama seperti saya. .). Justru, dengan keadaan seperti itu, tak menyurutkan langkahnya untuk bisa berprestasi. Itu terbukti ketika dia terpilih menjadi salah satu pelajar  berprestasi .  Dan, kisahnya  ini  diungkapkan dalam sebuah wawancara dengan salah satu majalah lokal .

Ada satu lagi cerita menarik darinya. Ketika  akan diundang dalam acara penganugerahan hadiah, terpaksa dia meminjam baju salah seorang temannya karena memang dia benar-benar tidak mempunyai baju yang layak untuk menghadiri sebuah acara yang boleh dibilang resmi.

Cerita ini bisa menjadi renungan bagi kita. Terkadang, kita terlalu banyak mengeluh atas keadaan yang kita alami, sementara kalau kita menghitung nikmat yang telah  diberikan kepada kita. Laki-laki sederhana itu bisa kita jadikan contoh, bagaimana dia senantiasa tersenyum walau dalam keadaan yang sederhana, bahkan boleh dibilang kekurangan. Baginya, keadaan yang seperti itu tak terlalu menjadi masalah.

Darinya, kita bisa mengambil pelajaran, bahwa kedewasaan itu adalah, bagaimana kita  bisa mengatasi permasalahan dengan bijaksana. Sekarang, mari sama-sama kita jujur pada diri kita sendiri,

Sudah dewasakah kita…?.

One thought on “menjadi dewasa? hmmm itu pilihan…

  1. bagus.. kita memang harus senantiasa bersyukur atau bersabar dalam kehidupan ini.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s