Belajar Desain dan Bersinergi di Kelas Cerdas BUP oleh NET.TV Lentera Indonesia

1970368_10203151543767539_595033736_n

Jika ditanya, tentu kita telah sangat sering memirsa sebuah presentasi dan juga menjadi presentan baik di ruang-ruang kelas, perkuliahan, bisnis, atau sebuah rapat. Meski begitu tak jarang kita merasa bosan dengan sebuah presentasi. Atau pernah pula kita dihadapkan pada situasi rendahnya atensi para audiens terhadap presentasi kita.

Kebosanan dan rendahnya atensi terhadap sebuah presentasi bisa disebabkan karena adanya distraksi-distraksi dari situasi selingkung. Tetapi, ada kalanya rendahnya atensi audiens juga disebabkan oleh performa dan materi presentasi kita. Kalau begitu, kita mesti introspeksi, pasti ada sesuatu yang kurang dari presentasi kita.

Lalu bagaimana menyajikan sebuah presentasi yang tidak hanya baik, tetapi juga menggugah atensi audiens? Kuncinya terletak pada 3 hal: Sederhana – Kontras – Visual yang rapi. Demikian yang disampaikan Kak Yuda Asmara dalam kegitan bulanan Kelas Cerdas yang diinisiasi oleh BUP Jakarta pada Minggu (23/02) kemarin. Bertempat di meeting room gedung GNOTA, Kuningan, Kak Yuda berbagi tips dan pengalaman bagaimana menyajikan presentasi yang tidak hanya bagus tetapi juga menggugah dan kegiatan ini diliput oleh NET.tv  untuk acara Lentera Indonesia.

Dalam suasana santai, Kak Yuda menjelaskan bahwa sering kali kejenuhan terhadap sebuah presentasi adalah karena kita kurang peduli pada pengemasan sebuah presentasi.

“Bayangkan, kita harus berhadapan dengan slides presentasi yang dipenuhi dengan angka-angka dan huruf-huruf. Juga gambar yang mencong-mencong. Jadinya ya bosan, ngantuk.”

Namun, yang tak kalah pentingnya adalah persiapan presentasi. Kak Yuda membahas pentingnya presentan menguasai materi presentasi dan mengidentifikasi khalayak yang akan memirsanya. Proses ini penting agar kita bisa memberikan presentasi yang baik bagi khalayak audiens. Sebuah video dokumenter yang memperlihatkan bagaimana begawan industri komputasi Apple, Steve Jobs, mempresentasikan produk  iPhone-nya. Semua sepaham, presentasi Steve Jobs sangat menggugah dan jauh dari menjemukan.

“Kuncinya tiga hal tadi, Sederhana – Kontras – Visual yang bagus,” jelas Kak Yuda.

Lebih detil lagi Kak Yuda sekaligus menjelaskan runtutan bagaimana menampilkan sebuah materi “mentah” menjadi sebuah presentasi yang bagus. Di mulai dari pembacaan dan perumusan poin-poin materi, penyusunan alur presentasi yang rapi, hingga bagaimana mendesain sebuah presentasi yang menggugah. Banyak trik-trik sederhana nan efisien yang kemudian dipraktekkan bersama-sama para peserta. Kebanyakan peserta ternyata baru ngeh dengan trik-trik yang dibagikan oleh Kak Yuda.

“Ini supaya kerja kita lebih cepat dan efisien. Bayangkan kalau ada puluhan atau ratusan slide yang harus didesain, sementara kita masih pakai cara biasa. Pusing nggak tuh?” Kelakar Kak Yuda.

“Wah iya, ya… ternyata keren banget jadinya. Hahaha…” Sahut Asep, salah seorang peserta Kelas Cerdas saat berhasil mempraktekkan trik-trik dari Kak Yuda.

Selain memperoleh wawasan baru, relawan dan peserta Kelas Cerdas BUP Jakarta juga kedatangan sahabat-sahabat baru. Di antaranya adalah Ali dari komunitas Buku Berkaki dan Aris, pemuda asal Tual, Maluku, yang juga inisiator komunitas Sagu Maluku. Hampir sama dengan gerakan BUP, kedua komunitas yang digawangi anak-anak muda ini juga bergerak dalam bidang pendidikan. Buku Berkaki bergerak mengedukasi dan memfasilitasi anak-anak kurang mampu di selingkungan Jabodetabek. Sempat vakum selama beberapa waktu kini komunitas ini mencoba kembali bergerak.

Sementara Sagu Maluku yang baru merintis gerakan untuk “membanjiri” Maluku dengan buku. Saat ini Aris dan kawan-kawan sedang bergiat menghidupkan jejaring Sagu Maluku dari kampusnya di Universitas Gunadarma, Kelapa Dua, dan berinisiatif membangun rumah baca di tanah kelahirannya.

“Gerakan-gerakan anak-anak muda peduli pendidikan seperti inilah yang mesti kita sama-sama sinergikan. Kita bangun jejaring bersama yang independen. Jadi kita bisa saling support,” terang Kak Dayu,  founder BUP, di akhir sesi Kelas Cerdas.

Kelas Cerdas akhirnya tidak berhenti menjadi medan belajar saja, tetapi juga medan bersinergi. Kelas Cerdas BUP Jakarta menjadi wadah yang inklusif untuk saling berbagi wawasan dan membangun jejaring komunitas peduli pendidikan.

Sampai jumpa di Kelas Cerdas selanjutnya. Mari giatkan semangat berbagi!

 

Source: http://bukuntukpapua.org/archives/1450

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s