Menjadi Pengusaha Tanpa Modal

this weekend, seperti hari hari kemarin, dibalik rutinitas harian dijakarta yang begitu penatnya,  kadang hanya melihat matahari disiang hari saja, itupun ketika makan siang ( istirahat) , but thats life sebagai seorang karyawan yang mengarungi rutinitas tiap harinya, untuk memenuhi kebutuhan dan harapan hidup lebih baik, dimasa akan datang,

pagi hari ini   habis bangun tidur  nyalain Notebook, membuka file2 Film Asia ( bukan film B*k*p)  tapi film ala korea, thailand,  yang sebenarnya kurang suka dengan jenis film romantic komedi, entah mengapa temen2  gw pada suka , oke ini nih film yang bener2 mengisnpirasi  aku pagi ini  yaitu  film thailand “TOPSecret-a.k.a Billionare” yang menceritakan seorang pemuda 19 tahun yang bercita2 menjadi pengusaha muda, cerita ini kisah nyata dari sebuah produk rumput laut goreng “tae Kae Noi” yang seringdijumpai di supermarket, 7eleven, indomaret,alfamart,dll di indonesia yang baru tau kupikir ini produk Korea, ternyata ini berawal dari Thailand, difilm ini diceritakan perjuangan  dia menuju kesuksesan, dari dia malas kuliah karena perjuangan ingin jadi pengusaha, memulai usaha manjual kacang, sampai  kredit tidak disetujui bank karena usaia baru 19 tahun, jual mobil, rumah, untuk membuat pabrik, karena ada inspeksi ketika pihak 7 eleven mensyaratkan, harus ada produksi yang bersih, dari produknya, dibawah ini capture filmnya,

dari film ini terinspirasi untuk menjadi seorang pengusaha saya , tapi bingung mau usaha apa, modal tidak ada, hehe jadi bingung juga, jadi iseng aja  browsing ” menjadi pengusaha tanpa modal” dan artikel yang banyak muncul dari search engine adalah from BOB SADINO taulah pengusaha yentrik yang selalu pake celana pendek, tapi engga yakin juga mau jadi pengusaha kok tanpa modal

Bob sadino mengatakan bahwa” Tidak semua orang berani mengambil keputusan menjadi pengusaha, apalagi menjamin kesuksesan. Sehingga dibutuhkan kebulatan tekad dan kecermatan. Syarat sebagai seorang Entrepreneur dengan tanpa modal adalah harus tajam melihat peluang, berani mengambil keputusan dan motivasi untuk berkembang dan maju” .

ada sebuah kata mengisnpirasi dari bapak saya ““Jangan mengeluh dengan keadaan” Hanya 4 kata inspirasi singkat yang sesungguhnya yang menjadikan motivasiku. Bukan hanya karir saja melainkan setiap elemen yang selalu gw  kerjakan sehari-hari.

Jangan sekedar mengkritik keadaan. Menyalahkan orang lain, menyalahkan orang tua yang miskin, menyalahkan pemerintah yang gagal. Memang benar setiap orang sukses pasti ada orang lain yang membantunya. Tapi 80% itu tetap tergantung pada diri orang sukses itu sendiri.

 

 

Advertisements

Happy Ending Perjalanan

Sebuah kisah perjalanan ke-empat, yang memberikan harapan luas kedepan namun terganjal karena sesuatu hal yang sangat menyakitkan, sebuah kisah yang nantinya akan membuka mata dan hati semuanya bahwa sebuah ketidakadilan telah muncul dari sebuah korporasi besar  serta sekumpulan mafia korporasi yang menutup mata tanpa rasa kemanusiaan dimana rasa kemanusiaan sudah tidak ada didalamnya.

Kisah ini berawal perjuangan seorang pemuda yang berjuang demi masa depan sebagai anak pertama yang mempunyai dua adik yang masih sekolah, sebagai seorang abang yang berusaha bercita2 menjadi panutan dan harapan bagi adik2nya dan membanggakan orang tuanya. dimulai September 2010 sebuah perjalan dimulai ketika mendaftar sebuah pola rekrutmen yang benar benar gila, saya sebut gila karena pendaftaran rekrutmen ini disebut minijobfair satu satunya korporasi yang mengadakan rekrutmen dengan pendaftarn lebih dari 3000 orang. Kondisi panas saat itu, pemuda itu datang bersama temannya, tanpa niat sedikitpun untuk masuk korporasi ini, karena smangat keluarga dan temen akhirnya sampai di interview pertama yang hanya dilihat wajah dan selembar kertas bertuliskan asal pemuda ini dan dinyatakan selesai,

Selesai disini bukan finish, proses berikutnya akan berlangsung step by step rekrut dilaluinya, tes toefl, tes psikologi, interview HR, tes kesehatan, sampai akhirnya pemuda itu harus mengundurkan diri dari sebuah korporasi telekomunikasi karena bsk pemuda ini harus melalui tes terakhirnya yaitu tes dengan dua pejabat korporasi ini salah satunya sekarang menjadi direktur, sebuah posisi level kelas atas untuk korporasi ini, tes ini adalah tes tentang apa saja semau pejabat eselon bertanya. sikap perilaku dan ilmunya disukai oleh kedua pejabat ini, proses selanjutnya akan merubah pemuda ini.

Pemuda dari sebuah kota kecil dari lereng pegunungan  ditengah pulau jawa yang memiliki cita cita dan harapan yang besar akan hidupnya dipanggil ke metropolitan, sebuah kota yang katanya akan memuat orang sukses, berangkatlah pemuda ini dengan ijin orang tuanya ke jakarta, diantar ke stasiun oleh orang tua dengan mobil bututnya yang  didalam hatinya tersimpan  harapan besar ke anaknya ini, keretapun datang siap mengantar pemuda ini ke metropolitan ” bapak, ibu saya pamit ” tak banyak berkata cukup dengan mengeluarkan air mata, dan pelukan dari kedua orang tuanya cukup menjelaskan harapan dan cita2 kedepan begitu besar. dan keretapun melaju melintasi malam di bulan oktober kala itu.

Sampailah pemuda itu dijakarta tempat dimana orang dari seluruh indonesia memiliki harapan, sampai disebuah pusat pendidikan dimana beberapa rekan dari penjuru indonesia berkumpul untuk dididik dilatih untuk menjadi seorang pemimpin itu harapannya, bahkan sebuah korporasi mempunyai harapan kedepan. dalam situasi ini pemuda ini diharuskan menandatangani sebuah kontrak senilai 150juta yang  menyatakan pemuda ini akan melalui kontrak selama 5 tahun apabila selesai pendidikan, ditandatanganilah selembar kertas itu yang akan merubah hidupnya sebuah ilmu baru dan pelajaran tentang apa saja untuk menjadi seorang eksekutif yang sungguh luar biasa penuh dengan fasilitas dan kemewahan.

Sampai pada masa ketika harus melalui ujian terakhir pendidikan untuk menyelesaikan pendidikan ini dimana pemuda ini harus membuat sebuah ide karya tulis yang diserahkan ke manajemen pendidikan lebih dari satu, pemuda itu menyerahkan dua judul ide karya tulis, sebuah karya yang sudah dikonsultasikan dengan beberapa pihak yang setuju dengan judul ide karya tulis ini, akhirnya manajemen pendidikan memberikan judul yang akan mengubah semua harapan dan cita2 tanpa pemuda itu ketahui, andaikan pemuda itu tidak mengambil/menulis ide itu lain lagi ceritanya, mungkin sekarang dia masih bersama kalian, masih berkontribusi dan berkarya  dikorporasi bersama sahabat sahabatnya.

waktu tetap berjalan pemuda itu akhirnya menjalani ujian akhirnya dengan dua vice president dan director yang menentukan untuk dianggap selesai dan cukup untuk bekerja kedepan, beberapa ujian selama pendidikan ditanyakan , kecuali karya tulis! ini yang cukup mengejutkan, karya tulis tidak ditanya sama sekali karena cm sebagai pelengkap kecil sebuah ujian akhir, namun membawa masalah kedepan. sebuah karya tulis yang pemikirannya ketika saat kuliah, pemuda ini cukup menguasai ide karya tulis ini karena pemuda ini aktif di forum, dan peneliti dibidang ini.harapannya karya tulis ini akan memberikan kontribusi lebih bagi korporasi ini.

Pemuda itu pun diangkat menjadi pegawai tetap, bangga orang tua pemuda itu harapannya terwujud dan harapan kedepan sudah disusun untuk masadepannya, Namun Tuhan berkata lain dari sebuah karya tulis yang harapannya mungkin memberikan kontribusi besar  bagi perusahaan ,Menjadi sebuah hal merubah segalanya yang berawal dari sebuah suara sumbang muncul membuat karya ini bagaikan sampah ,sebuah karya bernama ” Pemanfaan Web-Sistim Informasi Geografis untuk  peningkatan fokus bisnis unit kerja wilayah berpotensi” yang dianggap gak bermutu dan hanya sebuah jiplakan belaka, plagiat tak bermutu. membuat telinga yang mendengarnya geram, walau tak tau isinya ide karya tulis itu, cap plagiat sudah muncul pandangan negatif muncul terhadap pemuda itu, memandang rendah, suara sumbang itu berasalah dari seseorang yang merasa dialah penemu Sistem Informasi Geografi di korporasi tersebut. Munculah wacana membahas karya tulis keduanya, Sebuah tim yang tidak mengerti sama sekali teknologi tentang karya tulis ini menggap semua pengolah data “peta” sama! , sebuah pernyataan yang begitu mengejutkan dan tidak berdasar , seluruh dunia bahkan professor GIS pun akan mengolah peta spasial dengan cara yang sama, perbedaan mendasar disini adalah karya si suara sumbang tersebut adalah” pengolahan data peta yang akan menunjukkan lokasi unit kerja terbaik”  dan  pemuda ini ” pengolahan data peta yang di upload kedalam sebuah web yang bisa diakses lini bisnis diseluruh indonesia sebagai maanfaat pola peningkatan fokus bisnis didaerah” , cukup berbeda dan memiliki pemikiran yang berbeda dengan standar pengolahan GIS yang sama.

Perjuangan pemuda itu untuk membuktikan ide karya pemikirannya dia sejak dari kuliah pun tidak dihargai semua bukti sudah di serahkan termasuk skripsi pemuda itu lobby sana sini sampai frustasi pemuda itu, Namun tim tetap menyalahkan pemuda tersebut karena plagiat, Pemuda itu bangkit dari keputus asaan semangat keluarga dan sahabat sahabatnya, rekan kerja membuat pemuda itu tetap tersenyum, bangkit dari keterpurukan dan keputusasaan akan hidupnya karena suara sumbang tersebut, tidak ada rasa dendam permusuhan cukup dengan doa orang tua pemuda tersebut kepada suara sumbang yang memuat hancur harapan dan cita cita.

Dan Pemuda tersebut mengundurkan diri dari korporasi tersebut , karena manajemen korporasi tersebut menutup mata dari rasa kemanusiaaan tidak bisa membedakan antara sedang belajar dan sedang bekerja, sebuah kesalahan ketika sedang dididik namun dihancurkan ketika sedang menatap masa depan di korporasi tersebut. pemuda itu berharap tidak ada lagi yang harapannya dihancurkan oleh oknum di korporasi tersebut. Mungkin ini sebuah peringatan dariNYA yang mungkin nanti lebih  besar masalahnya, maka di berikan peringatan olehNYA, pemuda itu pamit kepada senior seniornya atasannya yang mendukungnya selama ini . Sebuah tim yang luarbiasa yang begitu solid ditempat kerja pemuda itu yang meninggikan hatinya bahwa diluar sana ada yg lebih baik dari korporasi ini, hingga begitu berat pemuda itu menginggalkan tim itu, namun pemuda itu berani punya harapan dan semangat.Kini pemuda tersebut  berjuang kembali dalam hidupnya mencari harapan baru yang lebih baik.

Sebuah kisah tentang pemuda yang mempunyai harapan besar bagi hidupnya, memberikan inspirasi agar kita belajar untuk menerima walau kadang susah untuk bisa terima keadaan  dan berani untuk punya harapan  kala harapan cuma jadi angan paling tidak tak kan ada penyesalan nantinya. success for all

Ilove mylife, Terimakasih Ibu Bapak,adik adikku, Rekan, Sahabat, Pacar

Terimakasih ya Allah..

 

 

 

Kue Cinta

KUE CINTA

BAHAN :
1 pria sehat
1 wanita sehat
100% Komitmen
2 pasang restu orang tua
1 botol besar kasih sayang murni

BUMBU:
1 balok besar humor,
25gr rekreasi,
1 bungkus besar doa syukur,
2 sendok makan besar
komunikasi,

(semuanya diaduk hingga merata & mengembang)

Tips:
• Pilih pria dan wanita yang benar-benar serasi dan seimbang.
• Sebaiknya mencari di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal tp mutunya terjamin.
• Hindari mencari di pasar yg bernama DISKOTIK atau PARTY krn walaupun modelnya bagus & harum baunya tp kadang menipu konsumen bahkan kadang menggunakan zat pewarna yg bs merusak kesehatan.
• Gunakan Kasih sayang cap “Iman, Penerimaan, Pengertian & Kasih” yang telah memiliki sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan & Kerohanian.

Cara Memasak:

• Pria dan Wanita dicuci bersih, di pisahkan semua masa lalu yg kurang bermanfaat utk kemudian dibuang shg tersisa niat tulus yg ikhlas
• Siapkan loyang yg telah diolesi dgn komitmen & restu orang tua secara merata
• Masukkan niat yg murni ke dlm loyang & panggang dgn api cinta merata sekitar 30 menit di dpn penghulu atau pendeta
• Biarkan di dlm loyang tadi, sirami dgn semua bumbu di atas
• Kue siap dinikmati

Catatan:

Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup & plg enak dinikmati dlm segala keadaan dimana kasih hangat menyertai. Kalau sdh agak dingin, tambahkan lg humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa bungkus doa syukur & beberapa sendok komunikasi, kemudian dihangatkan lg di oven bermerk “UNCONDITIONAL LOVE” diatas api cinta & kasih sayang. Setelah mulai hangat, ingat utk selalu berdekatan atau telp2xan bila berjauhan.

Selamat mencoba & selamat menikmati, dijamin halal…

Memperkosa waktu

Langit sudah keunguan berbentur dengan keemasan, dan senja telah menggoda mentari untuk mencumbu fajar, maka malam akan hadir bersama gelapnya. Bersama pekatnya, bersama lekat dinginnya. Bulan akan menjadi dewi satu-satunya dan bintang akan menjadi dayang-dayang. Sungguh istana angkasa yang megah dan indah. Ya, megah dan indah jika mereka semua berharmoni dalam suatu guratan suci yang menakdirkannya untuk menerangi bumi. Menyinari secercah cahaya untuk melepaskan manusia dari kesakitan-sakitan nurani, dari perangkap-perangkap duniawi. Memberi perhiasan pada waktu yang tak lelah memberi ruang pada mereka dan kami manusia. Menabur kerlip-kerlip pada hidup yang  mati rasa. Memercik sinar pada rasa yang nyaris hambar. Namun, malam ini bulan seperti sedang enggan menyinari, memberi, menabur dan memercik apapun. Aku tak tahu dan tak mengerti.
Kegelapan malam menjadi tempat pembaringan bulan yang sudah sangat pasi. Dihimpit kerinduan pada bintang. Awan beringsut memeluk bulan dalam syahdu kesunyian. Langit temaram, suram, kelam. Begitu mengharukan. Kilatan-kilatan dengan gema dan gaung mengerikan mencakar, mencabik, menampar langit. Sementara bumi, bersorak-sorai ditengah kegundahan bulan. Manusianya ingar bingar, terhipnotis kecantikan waktu. Waktu menjadi pelacur sekarang. Semua orang berlomba menikmati waktu dengan kesenangan tiada tara, mencumbunya dengan birahi-birahi setan. Menciuminya dengan beringas, menggelinjang dan mendesah panjang. Dan jika waktu sudah kelelahan, manusia itu akan menghibur diri “aku punya banyak waktu”.  Waktu tak ditakdirkan untuk berbicara, hanya ia tak pernah mati. Tuhan memberikan banyak nyawa padanya. Manusia-manusia itu lalu mengangkangi waktu, dimana saja. Di tempat tidur, kamar mandi, ruang kerja, kantor, sekolah, kampus, angkutan umum, toilet, kafe, bar-bar, hotel, jalanan. Manusia semakin tidak senonoh terhadapnya. Memelototinya dengan tatapan mesum. Menelanjanginya.
Waktu memang memperdaya manusia, dengan segala daya pikat yang membuat siapa saja ingin memeluknya. Samar-samar harumnya. Waktu terlalu menggairahkan bagi mereka yang tak tau bagaimana menghargainya. Laki-laki, perempuan, tua, muda, bodoh, pintar, kaya, miskin. Semua sama, mereka tak pernah diberikan pelajaran bagaimana cara menyayangi waktu dengan tulus. Waktu tak punya kaki untuk berlari, tak punya tangan untuk mencabik, tak punya lidah untuk berteriak. Jadilah siapa saja merasa berhak mempermainkan waktu, memperkosanya dengan keji, dengan lenguhan dan desahan menjijikkan yang muncrat dari tiap celah bibir yang menganga merasakan kenikmatan waktu. Waktu menjadi pelacur sekarang.
Dan yang lebih menggelikan lagi adalah ketika mereka mempersalahkan waktu ketika istri-istri atau suami-suami mereka marah karena uang yang cepat habis, karena masakan yang hangus. Karena mereka terlalu asik dengan waktu, menghabiskannya dengan sekeji-keji laku. Ketika pemerintah dan rakyat saling menyalahkan karena banjir, karena korupsi. Karena mereka terlalu nikmat memperkosa waktu, menjepitnya ditengah-tengah kewajiban berlaku. Ketika murid dan guru saling menertawakan kebodohan, karena salah pengertian, karena salah ilmu. Karena mereka terlalu sibuk menelanjangi waktu, bermalas-malasan dengannya, mengangkanginya dan melenguh.
Aku berani bertaruh! Jika waktu punya kaki, ia akan menginjak-injak kalian, menendang tanpa perasaan, yang ada hanya hati yang dipenuhi dendam mendalam, lalu berlari, berlari sampai jauh dan bunuh diri. Jika ia punya tangan, ia akan mencabik dada kalian, mencakar muka kalian, menjambak rambut kalian. Jika ia punya lidah, ia akan berteriak hingga kerongkongan tercekat, mencaci maki kalian dengan umpatan-umpatan sampah yang bahkan telinga ini belum pernah mendengar, mengumpat dengan kata yang belum pernah diperbincangkan anak manusia, meludahi kalian dengan air ludah yang pekat, lengket, bau amis dan membuat hidung manapun serasa ditusuk-tusuk.
Hanya segelintir manusia yang tahu bagaimana mencintai waktu, mencumbu tanpa merendahkannya, bernafas bersamanya. Meniup embun dalam hangatnya. Memberi madu pada hambarnya. Menghela rasa pada dinginnya. Hanya segelintir orang yang mau bersabar menunggu waktu menjadi muhrimnya. Meminangnya dengan seindah-indah perhiasan. Lalu ketika masa depan tiba, waktu kan meniup manis dari bibirnya. Mengecup bibir-bibir pencintanya yang memperlakukannya dengan sebaik-baik laku, dan yang membisikannya seindah-indah kata.
Dan sampai saat itu tiba, bagi mereka yang memperkosanya, yang menjahatinya tak berperi, ia akan menjelma menjadi sebilah pedang. Sebilah pedang yang kapan saja siap menebas kepala-kepala mereka yang isinya lebih dari nista, menghujam dada-dada mereka yang isinya lebih dari hina. Menumpas mereka dan membuatnya menjadi onggokan-onggokan daging bernama, yang sesal akan masa lalu, yang mati kemudian.

Lalu, bulan akan sekarat, bintang-bintang di sisinya akan mengiba, langit akan menangis, angin akan mengalunkan elegi-elegi mengiris hati, dan bumi hanya akan membisu

diambi dari sumbernya :
amateurnotmaster.blogspot.com

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

https://qusuth.files.wordpress.com/2011/08/hari-raya.jpg?w=300

Setiap hari adalah istimewa. Seistimewa terbitnya fajar hari ini.blogreader, kita wajib bersyukur atas banyak kenikmatan yang kita peroleh dihari ini. Dapat melihat terbitnya fajar dipagi hari, menghirup udara, mendengarkan kesunyian pagi.. dan masih banyak lagi. Sebegitu istimewanya waktu demi waktu yang kita jalani, hingga dalam al-quran ada surah Al-ashr (waktu). Ini artinya waktu sangatlah berharga. Sehingga sudah sepantasnya kita untuk sangat memperhatikan waktu.

Dan tak terasa, seiring bergulirnya waktu, ramadhan bulan yang begitu indah telah berangsur meninggalkan kita. Bulan yang mana pintu-pintu langit dibuka untuk tiap hamba yang pada malam harinya bersujud dan memohon ampun. Sungguh indah apabila dibulan ini kita isi dengan kenikmatan keheningan malam merasakan sepenuh jiwa apa yang ada di hati kita, yakni kerinduan akan kedekatan dengan pencipta diri kita. Kerinduan untuk merasakan dekatnya jiwa ini dengan pemilik tubuh kita. Namun sayang, kita tidak punya satupun daya dan kekuatan untuk menahan bergulirnya ramadhan walau cuman sedetik dan sesaat.

Sahabat, semua yang ada pada diri kita adalah titipan, yang nantinya akan diminta kembali. Tidak cuman kebendaan, tetapi juga tubuh yang ada pada diri kita, aliran darah dan tarikan nafas yang ada pada diri kita, semua titipan. oleh karenanya mari kita jaga dan pergunakan dengan sebaik-baiknya dengan memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik..

saya mengucapkan selamat Hari Raya idul Fitri. Semoga datangnya bulan syawal tahun ini, benar-benar merupakan pintu kebeningan hati, untuk melewati 11 bulan perjuangan yang sesungguhnya… Selamat hari Raya Idul Fitri..

Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda

Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan) di Hindia Belanda tidak mau menerima Sukarno-Hatta yang diantar oleh Tadashi Maeda dan memerintahkan agar Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.

Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa pemindahan kekuasaan itu berarti “transfer of power”. Bung Hatta, Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima masih didengungkan.

Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.[2] Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan ke kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56[3] (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).

sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki