Jenis-jenis Metode Training

images345

 

 

 

 

 

 

Setelah rangkumnya berbagai persyaratan yang harus ditempuh seorang tenaga kerja, yang kemudian mengantarkannya menjadi seorang karyawan baru bagi perusahaannya, tahapan berikut yang cukup esensial ialah proses pelatihan terhadap tenaga kerja baru tersebut. Proses pelatihan akan menjadi titik awal bagi para karyawan dalam mendapatkan gambaran akan tindakan atau pekerjaan yang akan harus ia tempuh dikemudian hari.

Tidak hanya dilakukan pada saat-saat masa orientasi karyawan baru, proses pelatihan yang ditujukan bagi karyawan juga mencakup para karyawan senior yang mengharuskan ia untuk turut serta dalam proses pelatihan guna mengenal sekaligus memahami pekerjaan-pekerjaan baru yang akan pasti ia hadapi nantinya. Berbicara proses pelatiahan secara mendetail dan panjang lebar, tentu akan menyerap waktu yang cukup panjang, untuk itu penulis akan memberikan sedikit point penting mengenai hal-hal yang patut kita ketahui dalam proses pelatihan, yaitu tentang jenis-jenis metode yang umum digunakan dalam proses pelatiahan (Training Methode ), adapun jenis metodenya ialah sebagai berikut :

1) Metode On The Job Training

Hampir 90% dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui metode on the job training. Prosedur metode ini informal, observasi sederhana dan mudah serta praktis. Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format. Pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru memperhatikannya.
Metode ini dapat pula menggunakan peta-peta, gambar-gambar, sample-sampel masalah dan mendemonstrasikan pekerjaan agar pegawai baru dapat memahaminya dengan jelas. Metode ini sangat tepat untuk mengajarkan skill yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Manfaat dari metode ini adalah peserta belajardengan perlengkapan yang nyata dan dalam limgkungan pekerjaan atau job yang jelas.

2) Metode Vestibule atau balai

Vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang disunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dan dalam waktu yang sama. Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan dengan pengawasan instruktur, misalnya pe;atihan pekerjaan, pengetikan klerek, operator mesin.

3) Metode Demonstrasi dan Contoh

Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melaui suatu tahap perencanaan dari “Bagaimana dan apa sebab” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan. Metode ini sangat efektif, kaena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, karena dikombinasikan dengan alat Bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, diskusi.

4) Metode Simulasi

Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Simulasi ini merupakan pelengkap sebagai tehnik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games).
Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.

5) Metode Apprenticeship

Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

6) Metode Ruang Kelas

Metode ini merupakan metode training yang dilakukan di dalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. Metode ruang kelas adalah kuliah, konferensi, studi kasus, bermain peran dan pengajaran berprogram (programmed instruction).

Harus kita akui bahwa kualitas yang lekatkan terhadap seorang tenaga kerja dalam proses pelatihan akan sangat mencerminkan tingkat efektifitas maupun efisiensi dari kinerja suatu perusahaan kedepannya. Tingkat efektifitas dan efisiensi kinerja perusahaan dapat prediksikan akan menjadi buruk jika tingkat kualitas pemahaman akan program pelatihannya pun juga buruk, begitu juga sebaliknya.

Profesionalisme seorang karyawan akan keseriusan menjalankan proses pelatihan sangat dibutuhkan demi tercapainya target-target organisasi atau perusahaan yang telah ditentukan sebelumnya. Dan sejatinya dengan cukup tersedianya berbagi pilihan seorang manajer ataupun perusahaan dalam menggunakan metode pelatihan (Training Methode )yang akan dipilihnya, setidaknya akan memberikan opsi menguntungkan daripada manajer maupun perusahaan yang bersangkutan dalam mengaplikasikan metode terbaik yang memang layak mereka gunakan.

Sumber : “Seri Diktat Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia, Fakultas Ekonomi , Universitas Sumatera Utara Medan”.

oleh : Septian Prima Rusbariandi

Advertisements

Jim Yong Kim, Presiden Baru Bank Dunia

Jim Yong Kim pernah meraih gelar MacArthur “Genius” Fellowship (2003), masuk daftar “25 Pemimpin Terbaik” di Amerika versi US News & World Report (2005), serta masuk daftar “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” versi majalah TIME (2006). Rully Ferdian

Jakarta–Untuk kali pertama dalam sejarah Bank Dunia, proses pemilihan presiden kali ini diramaikan oleh lebih dari satu nama calon. Melalui proses baru ini, seorang nama calon dari negara anggota manapun dapat diajukan oleh Direktur Eksekutif atau Gubernur terkait.

Seperti dikutip dalam keterangan pers Bank Dunia, di Jakarta, Selasa, 17 April 2012, nama-nama calon yang terkumpul lalu dipublikasikan, diwawancara oleh jajaran Direktur Eksekutif, dan kemudian dipertemukan dengan Presiden yang masih menjabat saat ini untuk melewati tahap pemilihan terakhir.

Jajaran Dewan Eksekutif Bank Dunia, pada Senin, 16 April 2012, memilih Jim Yong Kim sebagai Presiden untuk menjalani masa jabatan lima-tahun, per  1 Juli, 2012. Seorang Presiden Bank Dunia bertugas memimpin Dewan Eksekutif International Bank for Reconstruction and Development dan International Development Association.

Seorang Pesiden juga bertindak sebagai pemimpin ex officio untuk Dewan Eksekutif International Finance Corporation, Multilateral Investment Guarantee Agency, dan juga Dewan Administratif International Centre for Settlement of Investment Disputes.

Jajaran Dewan Eksekutif menghaturkan apresiasinya pada ketiga calon: Jim Yong Kim, José Antonio Ocampo dan Ngozi Okonjo-Iweala. Pencalonan ketiga nama tersebut telah turut memperkaya wacana tentang peran yang patut dimainkan seorang Presiden Bank Dunia, begitu juga Bank Dunia sendiri di masa mendatang. Kaliber tinggi ketiga calon yang masuk nominasi terlihat dari besarnya dukungan yang diterima ketiganya dari berbagai negara anggota.

Jim Yong Kim saat ini masih menjabat sebagai Presiden Dartmouth College. Jim adalah seorang waga negara Amereika Serikat, yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri lembaga Partners in Health dan mantan direktur departemen HIV/AIDS di World Health Organization.

Sebelum menjabat sebagai presiden Dartmouth, Jim merupakan salah satu profesor di Harvard Medical School dan Harvard School of Public Health. Ia juga pernah menjadi ketua umum Departemen Kesehatan Global dan Pengobatan Sosial di Harvard Medical School, ketua divisi Kesetaraan Kesehatan Global di Brigham and Women’s Hospital, serta direktur Pusat Kesehatan dan Hak Asasi Manusia François Xavier Bagnoud di Harvard School of Public Health.

Jim Yong Kim pernah meraih gelar MacArthur “Genius” Fellowship (2003), masuk daftar “25 Pemimpin Terbaik” di Amerika versi US News & World Report (2005), serta masuk daftar “100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia” versi majalah TIME (2006).

Pada 2004, ia diangkat menjadi anggota Institute of Medicine of the National Academy of Sciences—salah satu gelar tertinggi yang dapat diraih di bidang kesehatan dan medis—sebagai pengakuan atas komitmen dan prestasi-prestasi profesionalnya dibidang kesehatan. Ia juga banyak menghasilkan publikasi dalam dua dekade terakhir, menulis untuk berbagai jurnal akademis ternama, termasuk New England Journal of Medicine, Lancet, dan Science.

Lahir pada  1959 di Seoul, Korea Selatan, Jim Yong Kim pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada usia lima tahun dan dibesarkan di kota Muscatine, negara bagian Iowa.

Ia lulus dari Brown University pada 1982 dengan gelar magna cum laude, dilanjuti dengan meraih gelar doktor medis dari Harvard Medical School pada 1991, sebelum kemudian meraih gelar Ph.D.di bidang antropologi dari Harvard University pada  1993. Ia menikah dengan seorang dokter anak, Younsook Lim, dan keduanya memiliki dua anak laki-laki. (*)

infobanknews.com

Sistim Manajemen Kinerja ,SMK-Online

Sebuah perusahaan pasti ingin penilaian pekerjanya bisa dipantau oleh manajemen yang menjadi gambaran karir kedapan oleh perusahaan , penilaian dulu dilakukan lewat papper/kertas yang berisi nilai2 pekerja dengan standar kompetensi yang berbeda2  disini saya sedikit sharing mengenai SMK-Online yang sedang dikembangkan oleh perusahaan dimana saya menjadi projecthead dan technicalsupport sekaligus helpdesk SMK-online ini.


 

 

 

 

SMK adalah sistem manajemen yang berfokus pada kinerja Pekerja dan dirancang untuk mewujudkan tujuan Perusahan tanpa mengabaikan tujuan individu pekerja, sehingga tujuan Perusahaan dan tujuan Pekerja dapat terwujud selaras.

 Implikasi hasil (nilai) SMK:
a.  Dipergunakan sebagai salah satu syarat mutasi
b.  Perhitungan Kompensasi dan Benefits, yaitu Insentif Jangka Pendek, Bonus Laba, Kenaikan
UpahBerdasarkan Kinerja
c.  Pencatatan nilai SMK menggunakan aplikasi SAP versi 4.6 C

Best practice penilaian Kinerja Di sistem
1.  Dijalankan di modul Appraisal Management
2.  Terdapat built-in system approval
3.  Terintegrasi dengan modul Compensation & Benefits; Personal Development; Training And
Development
4.  Namun terdapat kendala, yaitu:
a.  Biaya user licence
b.  Tidak user friendly
c.  Respon time relatif lama bila di akses bersamaan.

Latar Belakang & Permasalahan yang terjadi sekarang
1.  Prosedur pembuatan Rencana Sasaran Kinerha, Bimbingan dan Evaluasi tidak terkontrol, dan
berpotensi terjadi penyimpangan.
2.  Pembuatan SMK cenderung diselesaikan menjelang pembayaran insentif mulai dilaksanakan.
3.  Pembuatan SMK secara manual menyebabkan:
a.  Format menjadi tidak standar.
b.  Ditemukan banyak kesalahan seperti ; periode (kurang/lebih dari 12 bulan), format tanggal
(dd/mm/yy dan mm/dd/yy), hasilperhitungan nilai SKO/SKK/Nilai Akhir.
c.  Unit kerja harus melakukan proses rekap nilai, sehingga berpotensi salah (sumber data yang
akandirekap) atau terbuka peluang untuk fraud. Sudah ditemukan oknum pekerja merubah
rekap nilai yang dikirim ke manajemen
d.  Memerlukan proses upload nilai kedalam HRIS system, sehingga berpotensi salah (sumber
data yangakan di-upload) atau terbukapeluang fraud.
e.  Tanggung jawab kebenaran data tidak jelas.

Tujuan Pengembangan SMK Online
1.  Agar prosedur pembuatan RSK, Bimbingan Evaluasi dan Realisasi dapat dikontrol melalui
sistem, meliputi :
a.  Pembuatan dilakukan sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku.
b.  Kontrol oleh sistem terhadap parameter : periode, format tanggal, perhitungan nilai
SKO/SKK/NilaiAkhir.
c.  Standarisasi format (cetakan).
d.  Menyederhanakan pekerjaan berupa proses rekap nilai dan upload kedalam sistem, sehingga
potensi salah (sumber data yang akan diupload) atau fraud bisa dihilangkan.
e.  Sistem membantu proses verifikasi mitigasi risiko yang selama ini dilaksanakan manual.
f.  Tanggung jawab atas kebenaran data menjadi jelas.
g.  Rincian nilai untuk masing-masing komponen dalam SKO dan SKK tercatat dalam sistem
dantersimpan di Kantor Pusat.
2. Terintegrasi dengan HRIS sehingga data SMK sebagai salah satu dasar kriteria talent pool,
tersedia dan akurat.

Tentang SMK Online
1.   SMK Online merupakan tools atau media untuk mencatat data SMK secara elektronis.
2.  SMK Online dikembangkan secara in-house / pihak ke 3
3.  SMK Online merupakan aplikasi berbasis web dan dapat dijalankan dengan menggunakan
aplikasi web browser Internet Exploreversi 6.0 keatas pada seluruh komputer yang terhubung
dengan jaringan
4.   Login ke SMK Online menggunakan user-id berupa Personal Number masing-masing
Pekerja dan password yang akan diberikan
5.  Program SMK Online dapat diakses selama 24 jam,  7 hari seminggu
6.  Dalam program SMK Online yang akan diimplementasikan ini,  mengakomodasi template
untukSasaran Kinerja Objektif (SKO)  dan Sasaran Kompetensi (SK), karena Key
Performance Indicator (KPI) dan Profil Kompetensi Jabatan (PKJ)

Menjaga Kualitas Pelayanan Bank BRI sebagai Observer PPS

Tugas kerja kali ini adalah dari divisi layanan menjadi PPS observer, atau Quality assurance layanan di unit kerja cabang ,kebetulan saya dan 3 temen dapat kantor cabang BRI tanah abang 2 hari kedepan,

jobdesk kami adalah menilai pelayanan terhadap nasabah, oleh frontliners tidak hanya itu produk, premises juga dilihat disana,kaget ketika saya search di google, saya search pelayanan bank bri, yg muncul adalah banyaknya keluhan dari nasabah yang diberitakan di media maya, perlu adanya pembenahan, dalah hal ini observer pps,/quality assurance disamping penilaian MRI nanti yang menilai bank bri mampu meningkatkan pelayanan apa tidak ,bersaing dengan bank2 lain, kedepan sebagai bank tebesar dam tersebar peningkatan kualitas layanan harusnya manjadi titip penting dalam bisnis bank, hal ini membuat kami ingin menjadikan standar layanan yang seharusnya dilakukan, sebagai tugas kami besok

makin maraknya persaingan di dunia perbankan, menyebabkan berbagai strategi telah dilakukan oleh pihak bank dalam rangka menarik minat masyarakat untuk menjadikan nasabahnya. Persaingan perbankan pada beberapa tahun yang lalu, hanya berkisar pada strategi penawaran berbagai variasi produk bank, seperti tabungan dan deposito berjangka dengan suku bunga yang menarik serta fasilitas-fasilitas lainnya.Setelah masalah produk, persaingan semakin meningkat dengan adanya undian berhadiah atau pemberian hadiah-hadiah langsung kepada nasabah. Hal ini menunjukkan bahwa dunia perbankan sangat kompetitif dalam menarik minat masyarakat dan mempertahankan atau meningkatkan hubungan bisnis dengan para nasabahnya.Kini, sebagian besar nasabah tidak lagi tertarik dengan bank-bank yang menawarkan berbagai macam hadiah, yang menjadi pilihan mereka adalah bank yang aman dan sehat. Tetapi apakah hanya aspek aman dan sehat saja yang menjadi pertimbangan utama mereka dalam memilih bank?
Memang citra bank yang aman dan sehat menjadi prioritas nasabah dalam memilih bank, tetapi selain itu ada prioritas lain yang tidak kalah penting, yaitu kualitas pelayanan (Quality of Service). Untuk itu bank dituntut untuk bekerja efektif dan efisien agar dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada nasabahnya.
Dapat dikatakan, pelayanan merupakan kemasan jasa, sedangkan kualitas pelayanan merupakan pembentukan citra (image building). Untuk itu, media promosi paling bagus untuk menarik orang-orang datang ke bank komersial ialah pelayanan kepada para nasabah. Tingkat pelayanan bank dapat memicu budaya jual agar pemasaran bank dapat lebih berhasil.
Agar bank komersial bisa meraih sukses, budaya pelayanan yang berkualitas harus dibangun dan ditingkatkan di semua level serta dijadikan citra dan reputasi bank yang bersangkutan. William C. Sarsfield, seorang pengajar di Golden Gate University (1999), menyebutkan bahwa kualitas pelayanan merupakan salah satu dari enam indikator penting (bahan baku) bagi terbentuknya sebuah bank komersial yang sukses. Enam indikator yang dimaksud William, yaitu empathy, customer focus, product pull, quality, management control, dan rewards atau ingredients of a successful commercial bank.
Membangun sebuah budaya pelayanan merupakan tantangan tersendiri yang harus dihadapi bank. Memang, tak mudah mengubah budaya pelayanan yang telah melembaga pada sebuah organisasi atau perusahaan besar. Sekalipun dengan menyewa seorang chief executive officer (CEO) baru. Pada level pekerja, misalnya, meskipun gaji telah dinaikkan, ini bukan berarti, corporate culture ikut berubah dengan sendirinya.
Karena itu, terminologi seperti service excellence, quality service, dan service culture harus selalu jadi pegangan kalangan bisnis perbankan. Hal ini tidak bisa dihindari oleh seluruh jajaran pekerja organisasi bank besar. Bahkan, top management sekalipun.

Kepuasan nasabah akan terwujud karena kualitas pelayanan yang baik. Menurut Brown et al (1991), kualitas pelayanan (service quality) adalah suatu konsep yang terintegrasi di antara semua aktivitas dan proses yang menggantikan pekerjaan rutin. Pekerjaan rutin yang dimaksud bersifat administrasi yang sering kali kaku dan kurang dinamis. Harus diakui, proses pemahaman budaya pelayanan di lingkungan internal bank merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kegiatan pemasaran (internal marketing). Untuk mendapatkan nasabah yang setia, sudah saatnya jika bank-bank membenahi loyalitas karyawannya terlebih dahulu. Apa pun bentuknya. Mungkin, bank nantinya tidak hanya menekankan pada pelayanan prima (service excellence), tetapi juga yang dapat memberikan pengalaman tersendiri di mata para nasabah.

Membangun dan meningkatkan budaya pelayanan yang baik, terutama pada organisasi bank besar, tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kualitas pelayanan sangat penting dan harus terus ditingkatkan karena sangat identik dengan keberadaan lembaga atau organisasi yang bersangkutan. Pelayanan bank yang buruk, misalnya, akan memperburuk pula citra bank yang bersangkutan di mata nasabahnya. Sebaliknya, pelayanan yang baik akan mempercantik citra dan reputasi bank tersebut di kalangan nasabahnya. Karena itu, dapat dikatakan, pelayanan merupakan bagian terdepan (front end) dari suatu kegiatan penjualan (selling). Pelayanan pula yang pada gilirannya akan mempengaruhi besar kecilnya pendapatan bank tersebut.

Semoga kedepan pelayanan dibank BRI ini semakin baik, dan quality service yg excellent dimata nasabah Salam SQ #1

bunga Flat vs bunga efektif

Flat vs Efektif:

– Bunga flat artinya bunga dihitung dengan cara flat di mana cicilan pinjaman pokok dan bunga pinjaman sama besar selama pembayaran pinjaman.

– Bunga efektif cicilan pinjaman pokok dan bunga pinjaman berubah selama pembayaran pinjaman. Di awal porsi bunga pinjaman lebih besar (karena jumlah hutang pinjaman pokok masih besar). Semakin mendekati akhir cicilan maka porsi bunga pinjaman mengecil dan porsi pinjaman pokok membesar.

– Biasanya suku bunga yang dipakai oleh bank adalah bunga Efektif.

– Jika dibandingkan antara bunga flat dan efektif maka biasanya dengan besar bunga pinjaman yang sama besar maka prosentase bunga Flat adalah kira-kira setengah dari bunga Efektif. Misalnya jika suku bunga efektif KPR 10% maka jika dihitung dengan cara bunga Flat kira-kira adalah 5%.

Fixed vs Floating:

– Bunga fixed artinya bunga ditetapkan untuk tidak berubah-ubah selama jangka waktu tertentu (sesuai dengan perjanjian pada saat akad kredit). Ini biasanya menarik bagi nasabah jika kondisi perekonomian tidak stabil, untuk mendapatkan proyeksi pengeluaran yang lebih terukur.

– Bunga floating artinya bunga nasabah bisa berubah-ubah tergantung kondisi pasar (biasanya mengikut naik turunnya bunga Sertifikat Bank Indonesia). Yang ditakutkan di sini adalah ketika bunga SBI naik maka bunganya segera ikut naik, tapi ketika SBI turun bank tidak segera menurunkan bunga kredit. Hal lain yang perlu jadi perhatian adalah bahwa selisih antara bunga SBI dan bunga floating di Indonesia cukup besar, misalnya sekarang bunga SBI adalah 6,5% dan bunga floating kredit di beberapa bank yang saya tahu adalah 11% sampai 13%.

Dari kedua penjelasan di atas yang sering rancu adalah antara Fixed dan Flat. Seringkali maksudnya Fixed tapi kita pakai istilah Flat, padahal Flat sendiri sudah dipakai untuk definisi yang lain.

Apa yang Harus Diperhatikan untuk KPR?

Rumah sebagai tempat berteduh dan berkumpulnya keluarga memang merupakan salah satu kebutuhan pokok. Selain itu, membeli rumah merupakan salah satu cara berinvestasi karena harga rumah yang naik setiap tahunnya. Namun, harga rumah tidaklah murah. Jika berpikir untuk menabung sebelum membeli rumah, kemungkinan setelah uang terkumpul, harga rumah tidak lagi sama melainkan sudah ikut melambung sehingga impian membeli rumah kembali tertunda. Maka untuk membeli rumah atau properti lainnya, kredit rumah atau KPR menjadi pilihan.

Apa saja yang harus diperhatikan jika saat ini Anda berencana untuk membeli rumah secara kredit dengan menggunakan KPR?

  • Suku bunga KPR

    Besarnya suku bunga akan menentukan besar kecilnya angsuran yang akan dibayar. Agar mendapatkan angsuran yang ringan, carilah suku bunga bank yang rendah. Perhatikan juga jenis bunga yang ditawarkan. Ada bank yang menawarkan bunga rendah hanya pada awalnya saja, mungkin selama 6 bulan atau satu tahun.

    Untuk itu, pilihlah bank yang menawarkan suku bunga yang cukup rendah dan dalam periode yang lebih lama. Tetapi, perhatikan juga hal lainnya selain suku bunga.

  • Pelunasan dipercepat

    Kebanyakan orang ingin agar hutangnya segera lunas agar pembayaran angsuran dapat segera selesai. Jika Anda berniat yang sama, tanyakan pihak bank bagaimana prosedur jika pembayaran dipercepat atau fasillitas membayar sejumlah uang untuk mengurangi pokok hutang. Ada bank yang mengenakan penalty jika melakukan pembayaran dipercepat atau bisa dilakukan setelah sekian waktu. Pilihlah yang fleksibel untuk melakukan pelunasan lebih cepat atau yang tanpa adanya penalti.

  • Biaya lainnya

    Pihak bank akan mengenakan berbagai biaya kepada nasabah yang akan menerima KPR. Biaya tersebut antara lain biaya provisi, biaya asuransi, biaya administrasi dan biaya lainnya. Tentu akan lebih meringankan jika memilih bank dengan biaya yang lebih rendah. Cobalah untuk menawar biaya tersebut. Misalnya menawar biaya provisi.

 

Fractional Reserve Banking

Fractional Reserve Banking dan Krisis di USA-Eropa

Terjemahan bebas dari buku “Shadow Money lender and Global Financial Tsunami by Matthias Chang, hal 159-166”.

Bagian 1. Pertama-tama sekali!

Tahukah Anda bahwa dalam hukum, ketika Anda menabung di bank, Anda adalah KREDITOR (pemberi hutang) dan bank adalah DEBITOR (pengutang)? Ya, bank dalam transaksi ini, dalam hukum disebut sebagai DEBITOR. Sederhana-nya, bank meminjam uang Anda.

Tetapi Bank berkelakuan seperti Tuhan Yang Maha Kuasa! Inilah kejahatan psikologis tentang kepercayaan/amanah yang telah dilakukan oleh Bank sejak pertama kalinya diciptakan.

Kata “con” adalah singkatan dari “confidence”. Dan penipu kepercayaan/amanah (confidence trickster -pent) adalah seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan Anda padanya. Bankir, khususnya bankir investasi, adalah penipu kepercayaan/amanah yang tak tertandingi.

INGAT BAIK-BAIK KONSEP DASAR INI DALAM BENAK ANDA KARENA INI ADALAH HAL MENDASAR DALAM KONSEP “FRACTIONAL RESERVE BANKING”.

Sebagai tambahan, ingatlah kutipan dari Presiden HW Bush (1992) kepada jurnalis Sarah McClendon:

Kalau rakyat Amerika tahu apa yang telah kami lakukan, kami mungkin akan dikejar2 di jalanan dan dihukum mati.

Bagian 2. Tabungan

Telah kita ketahui bahwa ketika Anda menyimpan uang di Bank, apakah itu dalam tabungan, atau deposit box, itu artinya Anda menyimpan uang kas milik Anda.

Hasil dari tabungan Anda adalah bunga yang dibayar oleh Bank dalam tingkat yang biasa dilakukan.

Cara lain untuk memahami transaksi ini (dengan cara yg benar) adalah bank meminjam uang dari Anda dan sebagai biaya sewa penggunaan uang tersebut maka bank membayar “bunga” kepada Anda.

Tabungan adalah hal yang fundamental dalam perbankan. kasarnya, jika tidak ada tabungan, maka tidak ada perbankan. Dengan bahasa sederhana dan sangat jelas, jika Anda dan semua nasabah bank berhenti menabung di bank, bank TIDAK PUNYA UANG UNTUK DIPINJAMKAN – TIDAK ADA UANG UNTUK MENCIPTAKAN HUTANG.

INGAT BAIK-BAIK KONSEP DASAR INI DALAM BENAK ANDA KARENA INI ADALAH HAL MENDASAR DALAM KONSEP “FRACTIONAL RESERVE BANKING”.

Bagian 3. Fractional Reserve Banking

Menciptakan Uang dari Udara Kosong/Kehampaan.

Secara hukum, semua bank wajib menjaga/menyimpan sejumlah uang yang ditabung oleh nasabah sebagai “Reserves/Cadangan” untuk berjaga-jaga apabila ada nasabah yang mengambil uangnya. Jumlah dari cadangan tersebut adalah FRACTION/BAGIAN dari TOTAL TABUNGAN yang dimiliki nasabah. Bank Sentral dari setiap negara yang menentukan jumlah cadangan ini, misalnya 10% dari total tabungan.

Dengan demikian, jika cadangannya 10%, bank yang menerima tabungan sebesar RM (Ringgi Malaysia-pent) 1.000,- cukup menyimpan RM 100 sebagai cadangan. Bank tersebut dapat meminjamkan sisanya sebesar RM 900 kepada orang2 yang mencari pinjaman. Bank dapat melakukan hal ini, karena bank tahu bahwa dalam waktu yang bersamaan, tidak semua nasabah akan mengambil semua tabungannya.

Inilah “Fractional Reserve Banking”. Bank meminjam TABUNGAN Anda dan meminjamkannya ke orang-orang yang mau berhutang untuk keperluan bisnis mereka, membayar biaya sekolah anak-anak, mebeli rumah, dll.

Silakan baca Bagian 1 kembali.

Saat Anda menabung sebesar RM 1.000 di “Bank Terpercaya”, bank membayar Anda bunga, misalkan 3%. Ketika Bank meminjamkan uang Anda ke A sebesar RM900, bank mengenakan bunga misalkan 7%. Keuntungan yang diperoleh bank adalah selisih dari tingkat bunga tersebut yaitu 4%.

Nah sekarang kalikan nilai tersebut beberapa juta kali dan Anda dapat melihat berapa banyak uang yang telah digaruk bank dari tabungan Anda.

Bagian 4. Hutang dan Menciptakan Uang dari Kehampaan.

Ini adalah bagian yang paling menyenangkan dan inilah sebabnya mengapa bank menyukai HUTANG.

Misalkan uang Anda yang sejumlah RM 900 telah dipinjamkan oleh Bank kepada A (berhutang RM900), yang menggunakan uang tersebut untuk membayar B. B kemudian menyimpan/menabung uang tersebut (RM900) ke bank yang sama (“Bank Terpercaya”) atau ke “Bank Kuat”.

Dengan menggunakan prinsip cadangan sebagian (fractional reserve) tadi, sejumlah RM 90 akan disimpan sebagai cadangan. Jika B menabung di “Bank Terpercaya”, maka bank tsb dapat meminjamkan lagi uang senilai RM 810 kepada C. Sebaliknya, jika B menabung di “Bank Kuat”, maka “Bank Kuat” dapat meminjamkan RM 810 kepada nasabahnya.

Silakan ambil sepotong kertas, dan perlahan-lahan hitunglah setiap kali uang dipinjamkan ke peminjam.

Anda segera akan menemukan bahwa uang Anda yang asalnya RM 900 telah membesar berlipatganda menjadi pinjaman senilai ribuan ringgit kepada berbagai peminjam dalam bank yang berbeda.

Dan itu baru uang Anda sebesar RM 900. Berhenti sejenak dan berfikirlah. Uang sebesar RM 900 adalah sesuatu yang nyata. Kemudian, dengan menggunakan sihir Fractional Reserve Banking, uang yang sama menjelma menjadi ribuan melalui ribuan hutang.

Bagian 5 – Lebih Banyak Hutang, Lebih Banyak Uang yang Dapat Diciptakan.

Sesuai contoh dalam Bagian 4, ketika ada tabungan yang berlimpah, bank memiliki uang lebih banyak untuk dipinjamkan.

Tetapi bank, khususnya bank di USA dan Eropa, tidak puas dengan keuntungan ini. Mereka ungin keuntungan yang jauh lebih banyak.
Maka mereka menciptakan cara baru untuk menciptakan uang selain cara tradisional yang disebutkan sebelumnya.

Cara paling efisien dan mematikan adalah MENCIPTAKAN HUTANG.

Cerita tentang “Joe Six-Packs”.

Joe adalah seorang pekerja yang setelah bekerja selama 10 tahun, membeli sebuah rumah seharga US$100.000 dan telah bekerja keras untuk membayar cicilan rumah dengan periode 15 tahun.

Sepanjang periode cicilan tersebut, harga rumahnya naik dan sekarang bernilai $US160.000.

Temannya, seorang Bankir, menggunakan promosi licik dan “layanan pribadi” membujuk Joe untuk mengambil “pinjaman konsumtif” sebesar US$50.000 untuk merenovasi rumahnya dan membeli mobil ke-2 untuk istrinya. Keraguannya hilang saat manajer bank berkata bahwa rumahnya memiliki nilai $US160.000 dan nilai kekayaannya dalam rumah tersebut lebih dari sebagai jaminan pinjaman. Bunga pinjaman cukup rendah, pada tingkat yang menggoda sebesar 2% dan baru setelah tahun ke-3 tingkat bunganya disesuaikan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu 4%. Joe diyakinkan bahwa gajinya cukup untuk membayar cicilan pinjaman tersebut.

[Lihat lagi Bagian 4. sekarang hitung bagaimana pinjaman sebesar $50.000 ini dengan efek bola salju berlipatganda menjadi ribuan pinjaman]

Kemudian bankir tersebut, mendekati Joe kembali dengan promosi licik meyakinkannya bahwa status kekayaannya sangat bagus sehingga dia berhak memperoleh kartu kredit, dengan batasan kredit $US30.000 yang dapat dia gunakan untuk liburan dan membeli cincin berlian untuk istrinya tercinta. Kenapa tidak! Masih ada sisa kekayaan pada rumahnya yang cukup untuk menjamin pinjaman tersebut.

Segera beberapa waktu kemudian, Joe menyadari bahwa gajinya tidak mencukupi untuk membayar cicilan pinjaman dan pelunasan tagihan kartu kredit. Seperti menyiram bensin ke api, semenjak Desember 2006, harga rumah turun dan rumahnya yang tadi dihargai $US160.000 sekarang dihargai $US120.000 dan terus turun.

Bank telah memberikan peringatan tentang penyitaan barang jaminan apabila pinjaman tidak dapat dibayar dan dinyatakan bangkrut.

Mimpi buruk Joe baru saja dimulai…

Kalikan skenario di atas beberapa juta kali dan Anda akan dapat membayangkan kekacauan dalam perumahan di USA dan sepanjang Eropa.

Bagian 6. Tidak ada Tabungan, Hutang Bertumpuk.

Selama bertahun-tahun, US memiliki tabungan negatif. Karena tidak ada tabungan (simpanan di bank), maka uang Bank untuk dipinjamkan berkurang.

Mereka menggunakan penciptaan hutang di atas sebagai penolong untuk mendapatkan keuntungan jahat.

Hutang-hutang ini dijamin dengan barang jaminan seperti skenario Joe di atas. Pinjaman dan barang jaminan ini kemudian dikemas bersama dan dipasarkan melalui SIV, CDO, CLO, ABCP dll kepada investor, hedge fund, dan sejenisnya. Kemudian, dibagi-bagi lagi sedemikian rupa sehingga semua pihak kehilangan jejak terhadap jaminan awal atau harga aslinya. Hal ini mencapai tingkatan dimana disadari bahwa “surat hutang” tersebut hanyalah selembar kertas, kurang terjamin, bahkan tidak terjamin sama sekali.

Ketika Joe dan jutaan peminjam lainnya bangkrut, dan dengan turunnya harga rumah, bank menyadari bahwa mereka memiliki aset yang tidak cukup untuk melindungi keadaan mereka, lebih buruk lagi tidak ada pembeli untuk membeli aset mereka.

Bagian 7. Masalahnya bukanlah Kekurangan Likuiditas

Masalah yang dihadapi oleh bank-bank dan Bank Sentral bukanlah kurangnya likuiditas.

Masalah fundamental dan kenapa krisis tidak dapat diperbaiki adalah:

PARA PEMINJAM TELAH BANGKRUT.

ASET ATAU JAMINAN TIDAK CUKUP UNTUK MENUTUPI KERUGIAN BANK.

TIDAK ADA TABUNGAN, JADI PENCIPTAAN UANG MELALUI JALUR INI TIDAK DAPAT DILAKUKAN.

TIDAK ADA HUTANG YANG DAPAT DIBUAT KARENA HARGA BARANG JAMINAN JATUH DENGAN CEPAT.

PINJAMAN JELEK HARUS DIPUTIHKAN

KEWAJIBAN TELAH MELAMPAUI ASET BANK. OLEH KARENA ITU BANK JUGA BANGKRUT

KEMUDIAN, JUMLAH CADANGAN YANG DIGUNAKAN UNTUK DIAMBIL OLEH PEMILIK TABUNGAN TIDAK MENCUKUPI.

DARI HAL INI, KEYAKINAN BAHWA TIDAK ADA KRISI BANK ADALAH UNTUK MENCEGAH “BANK RUN”, SEPERTI YANG TERJADI DI U.K.

UANG KERTAS YANG DIPOMPA OLEH THE FED DAN BANK-BANK SENTRAL DI EROPA TIDAK MEMILIKI EFEK KARENA NILAI KEWAJIBAN YANG DIMILIKI BANK ADALAH TRILIUN-AN ($US), SEDANGKAN NILAI ASET HANYALAH BEBERAPA RATUS MILYAR ($US). KEWAJIBAN MELAMPAUI ASET.

TIDAK ADA LAGI HUTANG YANG DAPAT DIBUAT KARENA JUTAAN ORANG SEPERTI JOE TIDAK DAPAT MEMINJAM LAGI (WALAUPUN MEREKA INGIN) KARENA MEREKA TIDAK PUNYA KEKAYAAN SEBAGAI JAMINAN DAN TIDAK PUNYA TABUNGAN UNTUK MEMBAYAR HUTANG LAMA DAN BARU.

DALAM SATU KATA:

BANGKRUT.

USA TELAH BANGKRUT.

BANK-BANK DI USA TELAH BANGKRUT.

BANK-BANK DI EROPA TELAH BANGKRUT.

Inilah alasan utama kenapa pada 12 Desember 2007, The Fed, ECB, adn Bank sentral kunci di Eropa bersama-masa menyuntikkan US$ 65 MILYAR ke dalam perbankan global. Satu-satunya hal yang sama terjadi adalah pada 11 September 2001.

Sampai 12 Desember 2007, The FED dan ECB telah memompakan uang sebesar US$500 milyar (setengah trilyun) dan tidak ada pengaruh yang nampak terhadap krisis. pada 12 Desember 2007, usaha bersama the FED, ECB, dan Bank Sentral Erropa lainnya memompa US$65 milyar bersama dengan pengurangan 25 basis poin rate The Fed Fund dan The Fed Discount sedikit pun tidak berpengaruh. Justru hal sebaliknya terjadi. Krisis semakin parah.

Inilah pertanda yang sangat jelas bahwa hari perhitungan akan segera datang (global financial tsunami-pent). Kencangkan ikat pinggang Anda. Akan ada badai di 2008.

 

sumber: http://wakalasauqi.blogspot.com