Pada saat Tuhan Menciptakan Para Ibu

13030551981119451132Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut : “Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?” Dan Tuhan menjawab pelan: “Tidakkah kau lihat perincian yang harus
dikerjakan?
01) Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dariplastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidakcepat capai.
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) enam pasang tangan!! Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya:
Enam pasang tangan….? tsk tsk tsk” — “Tentu saja! Bukan tangan
yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini,
mengaturSegalanya menjadi lebih baik….” balas Tuhan
08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu
“Bagaimana modelnya?” Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.
“Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan
bertanya: “Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?”, padahal sepasang
mata itu sudah mengetahui jawabannya. “Sepasang mata kedua sebaiknya
diletakkan di belakang kepalanya,sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa
menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat
dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang
mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus
berkata: “Saya mengerti dan saya sayang padamu”. Meskipun tidak
diucapkan sepatah kata pun. “Tuhan”, kata malaikat itu lagi, “Istirahatlah”
“Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai.”
09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi……
Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.
“Terlalu lunak”, katanya memberi komentar. “Tapi kuat!” Kata Tuhan bersemangat.
“Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung, pikul
dan derita.” “Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi. “Ia
bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan
berkompromi”, kata Sang Pencipta. Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di
pipi, “Eh, ada kebocoran di sini”. “Itu bukan kebocoran”, kata Tuhan. “Itu
adalah air mata…. air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata
kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan,
airmata…., air mata….”
“Tuhan memang ahlinya….”, Malaikat berkata pelan.
Judul asli: I love my mom
Author: Trifina Kirchner

“if you love your mom send this to other person….”

Advertisements

Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang
dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu,
meski langit telah mulai menguning,burung- burung
gurun enggan mengepakkan sayap.

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan
petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan
Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah
kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan
Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati
mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,
akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata
Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar
dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman
menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya
dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah
tiba.

“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati
semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir
usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu
semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari
mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti
akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari
kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah
dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi
pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang
berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?”
tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata
sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah,
“Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah,
sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur
Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan
yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah
hendak di kenang. “Ketahuilah, dialah yang
menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,”
kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah
menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian
dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap
diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan
penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?”
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah
menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti
kedatanganmu, ” kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya
masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar
kabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku
bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah
mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga
bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada
didalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan
tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh
tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya
menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang
di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril
membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga
kaupalingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega,
melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena
sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat
niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku.” Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis
shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat
dan santuni orang-orang lemah di antaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan,
sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di
wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke
bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii,
ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini,
mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli
‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi

* * *
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan
kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran
untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan
Rasulnya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain
daripada itu hanyalah fana belaka

 

Jangan kamu rusak sebuah kesetiaan

KESETIAAN merupakan komitmen yang tak bisa dirusak dengan mudah. Setia berarti menepati semua komitmen seumur hidup. Jadi, jangan pernah berjanji bila Anda tak mampu menepatinya. Meski setia merupakan kata yang mudah diucapkan, tapi menepatinya tak semudah yang dikatakan.

Jika Anda setia pada pasangan Anda dan suatu hari pasangan Anda mengalami kecelakaan yang membuat dia cacat, tidak berarti bahwa Anda boleh mencari seseorang yang lebih baik. Jika Anda berkomitmen pada hubungan Anda dan ternyata pasangan Anda tiba-tiba gagal dengan bisnisnya, tidak berarti bahwa Anda harus mencari seseorang yang lebih kaya.

Setiap situasi datang silih berganti untuk menguji kesetiaan Anda. Di beberapa negara, hukum memperbolehkan untuk menceraikan pasangan Anda jika pasangan Anda mulai stres atau bahkan gila. Tetapi banyak orang setia di sana yang memutuskan untuk tetap bertahan bersama pasangannya bahkan ketika pasangannya mulai gila.

Setiap hubungan bersandar pada kebenaran dan kepercayaan. Jika suatu hubungan dimulai dengan kebohongan, maka hubungan itu tidak dapat dipertahankan. Karena fondasinya adalah kebohongan. Bagaimana sebuah kebenaran dapat tumbuh dari sebuah benih kebohongan? Hal pertama yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan adalah kejujuran dalam semua aspek. Membodohi pasangan Anda supaya percaya pada kebohongan Anda adalah dosa.

Ketika Anda sudah memutuskan dan berkomitmen untuk setia, seharusnya Anda tidak mempunyai alasan untuk mengingkarinya. Dengan mengingkari komitmen Anda, Anda dapat menyakiti pasangan Anda yang sudah terlanjur percaya pada Anda.

Tetapi yang lebih menyakitkan adalah Anda akan menyakiti diri Anda sendiri dengan menjadi tidak setia dan tidak dapat diandalkan. Anda akan kehilangan harga diri Anda. Cinta dan kesetiaan berjalan beriringan. Bagaimana Anda berkata cinta pada pasangan Anda tetapi Anda tidak setia? It’s impossible.

Mencintai dan dicintai adalah suatu anugerah. Mengingkari komitmen untuk setia adalah dosa yang melawan kebaikan dan Tuhan. Jika dalam suatu kesempatan, Anda atau pasangan Anda mengingkari kesetiaan dengan berselingkuh, yang lain harus mengakui dan mau memaafkan.

Tetapi akankah hubungan Anda tetap sama seperti sebelum Anda berselingkuh? Jawabannya tentu tidak! Kecuali kalau Anda beruntung memiliki seorang pasangan yang luar biasa pemaaf dan sabar, hubungan tidak akan pernah sama. Lebih baik Anda selalu menjadi orang yang jujur dan setia. Ada baiknya sebelum Anda mencoba berkomitmen pada pasangan Anda, cobalah berkomitmen pada diri Anda sendiri. Berkomitmen pada hal-hal kecil akan membuat Anda dapat berkomitmen pada hal yang lebih serius

http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/09/18/65151/

Lukisan Indah Kehidupan

Sebuah tulisan saya ambil dari tulisan i Gede Prama adalah penulis buku Simfoni di Dalam Diri: Mengolah Kemarahan Menjadi Keteduhan sekaligus fasilitator meditasi yang tinggal di Bali. tentang lukisan kehidupan

Kehidupan manusia modern serupa seorang pria miskin di Afrika yang tidur berbantalkan batu, setiap malam berdoa bisa memiliki berlian. Karena doanya tidak terkabul, dijual tanahnya sebagai ongkos bepergian mencari berlian yang dicita-citakan. Gede Prama

Siapa yang tidak mengenal suara indah dan karismatik Whitney Houston. Suara itu menghiasi telinga dunia selama puluhan tahun, menjadi referensi bagi banyak penyanyi, menjadi hiburan banyak telinga, menyirami banyak sekali jiwa yang dahaga.

Namun, Februari 2012, dunia menarik napas sesak sebentar setelah mengetahui Whitney Houston meninggal mendadak karena narkoba.

Seperti menambahkan tumpukan kesedihan, terutama setelah Michael Jackson dan Bob Marley dikabarkan wafat dengan cara serupa, demikian rumitkah kehidupan orang kaya?

Sekaligus menjadi masukan bagi banyak manusia, setelah ditumpuk kekayaan materi ternyata tidak menyelesaikan semua masalah, juga menghadirkan rasa sakit yang tidak tertangani. Ibarat gunung es, kehidupan selebritas dunia seperti puncak gunung es.

Bila puncaknya sakit, bawahnya kemungkinan juga sakit. Padahal, sebagaimana ditulis sebuah buku suci, manusia yang bunuh diri langsung terlahir di alam setan.

Ini memberikan inspirasi, manusia memerlukan kekayaan lain sebagai pengimbang. Perhatikan langkah manusia dalam keseharian, semuanya melangkah buru-buru tanpa punya waktu melihat lingkungan sekitar.

Setelah belajar dari kehidupan seperti Whitney Houston, manusia memerlukan slow down. Bukan mogok, bukan juga santai tidak peduli kualitas, melainkan bernapas lebih pelan daripada biasanya, kemudian menoleh ke dalam pada kekayaan spiritual yang lama terpendam.

Kehidupan manusia modern serupa seorang pria miskin di Afrika yang tidur berbantalkan batu, setiap malam berdoa bisa memiliki berlian. Karena doanya tidak terkabul, dijual tanahnya sebagai ongkos bepergian mencari berlian yang dicita-citakan.

Setelah merantau lama, ia kelelahan tidak menemukan yang dicari, sehingga baliklah ia ke desa tempat lahirnya. Sesampai di desa, ternyata tumpukan batu di bekas rumahnya berisi banyak berlian.

Inilah nasib manusia kebanyakan. Mencari ke tempat yang jauh, kelelahan, kemudian balik dan terkejut. Ada yang mencarinya dalam jabatan, kekayaan, kepopuleran dengan demikian kerasnya.

Tubuh kemudian kelelahan. Setelah lelah terpaksa menoleh ke dalam, ternyata ada berlian spiritual di dalam. Bagi yang sudah mempraktikkan tahu, berliannya ditemukan dengan pengertian, dari pengertian muncul kesediaan menerima. Kombinasi antara pengertian dan penerimaan membuahkan cinta, kebajikan, dan kasih sayang.

Bila kebanyakan orang minta dimengerti, di jalan ini terbalik, dimulai dengan belajar mengerti. Semua manusia sedang bertumbuh.

Perhatikan pesan seorang tetua: “Sebagaimana tetua memberi Anda ruang untuk bertumbuh, sekarang giliran Anda memberi ruang ke orang lain untuk bertumbuh”.

Dan, namanya bertumbuh, tentu banyak salahnya, banyak kelirunya. Memarahi berlebihan orang yang sedang bertumbuh menimbulkan racun di kedua sisi. Yang marah keracunan, yang dibentak juga keracunan. Dibandingkan dengan menimbulkan racun di kedua sisi, coba ambil langkah pengertian mendalam bahwa semua mau bahagia.

Seperti tangan kiri yang tidak sengaja terpukul oleh palu yang dipegang tangan kanan, tangan kiri bukan mengambil alih palu kemudian memukul balik tangan kanan.

Namun, dengan alamiah tangan kanan meletakkan palu, kemudian merawat tangan kiri sebaik-baiknya. Pada saat yang sama tidak ada dendam yang tersisa di tangan kiri. Inilah sifat alami manusia: pengertian, pemaafan, perawatan.

Sekaligus inilah lukisan indah kehidupan. Bahannya sederhana: understanding, acceptance, loving kindness, compassion.

Bagi yang menempuh jalan psikoterapi sebagai panggilan spiritual tahu, inilah bahan-bahan yang kita bagikan ke sahabat yang membutuhkan pertolongan. Mendengar untuk bisa mengerti beban penderitaan orang. Terima sejelek apa pun kisah orang lain dengan penuh kasih sayang. Kemudian, memberikan obat bernama cinta, kebajikan, dan kasih sayang.

Di kedalaman penyelaman seperti ini, kadang Guru di dalam berpesan: “tatkala manusia menyembuhkan orang lain, sesungguhnya ia sedang menyembuhkan dirinya sendiri”.

Inilah lukisan indah kehidupan yang dinikmati tidak saja pemilik lukisan, juga dinikmati banyak sekali manusia lain. (*)

infobanknews.com

Kaya dengan Gajian

Melihat beberapa judul buku yang intinya mengajak agar kita jangan menjadi orang gajian membuat beberapa pemikiran bahwa orang gajian itu susah kaya. Namun pada kenyataannya orang gajian juga bisa kaya asalkan berjiwa entrepreneur.

Kenapa banyak orang gajian yang tidak kaya? Hal ini terjadi karena adanya pola pikir yang keliru pada orang gajian. Contoh pola pikir yang keliru adalah “Saya di bayar cuma satu juta, maka saya hanya perlu kerja senilai satu juta”, “Kerja keras dan kerja santai dapat nya gaji sama, jadi mendingan kerja santai”, “Gaji kok ngga naik-naik”, dll.

Seandainya orang tipe gajian dengan pola pikir diatas berwirausaha apakah usahanya jalan? Kemungkinan besar adalah mereka gagal juga berwirausaha dan beralasan “saingan banyak”, “modal kurang”, dll.

Intinya bukan di kerjaannya melainkan pribadi yang melakukan pekerjaan tersebut. Untuk itu bagi orang gajian saya beri sedikit tips agar orang gajian pun bisa kaya :

Ubah pola pikir anda seperti pengusaha.

Bayangkan anda adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan bos anda adalah client dari anda. Berikan layanan yang terbaik, bila perlu berikan bonus (misal : tambahan jam kerja). Nantinya bila client (Bos) anda senang, maka otomatis pendapatan anda akan naik.

Lakukan managemen pengeluaran keuangan dengan baik.

Tanpa managemen keuangan yang baik apapun pekerjaan anda dan berapapun besarnya modal anda pada akhirnya pasti akan habis juga. Bagi orang gajian pengaturan ini cenderung lebih mudah karena pemasukan nya sudah dapat di prediksi. Yang harus di lakukan adalah seleksi pengeluaran berdasarkan kepentingannya dan hindari hutang yang tidak perlu.

Tambah kekayaan anda minimal 2% sebulan

Salah satu orang terkaya di dunia Warren Buffet dalam bukunya yang berjudul “Snow Ball” mengatakan bahwa setiap bulan dia menambah kekayaannya minimal 2% sebulan, maka dalam setahun dia menambah kekayaannya sebesar 24%. Contoh : anda memiliki kekayaan sebesar 1 juta rupiah, maka tiap bulan kekayaan anda haruslah bertambah 20 ribu rupiah, maka dalam setahun kekayaan anda bertambah sebesar 240 ribu rupiah. Seiring waktu berjalan maka kekayaan anda akan semakin besar seperti bola salju yang menggelinding makin lama makin besar.

Latih otak anda untuk berpikir

Seperti halnya tubuh yang memerlukan olah raga, otak kita juga memerlukan latihan. Mulailah membiasakan diri membaca buku, terutama buku-buku yang mendukung pekerjaan kita. Nantinya kita tanpa sadar akan menjadi lebih tajam untuk menciptakan ide-ide di kantor kita, yang efeknya adalah dapat meningkatkan promosi di tempat kita bekerja.

Mulailah berinvestasi

Robert T Kiyosaki mengajarkan agar uang yang bekerja untuk anda. Nah bagi para orang gajian hal ini bisa tercapai salah satunya melalui investasi (investasi yang baik tentunya). Sisihkan sebagian dari pendapatan kita untuk mencicil investasi seperti reksadana, unit link asuransi, dll.

sumber Blog !

Sebuah kisah untuk direnungkan

Mudah-mudahan bisa menjadi renungan buat kita semua… Untuk tetap berfikir jernih walaupun dalam keadaan emosi… Jangan sampai emosi menutup pikiran jernih kita…

Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1. tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, “Kerjaan siapa ini !!!” …. Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘ Saya tidak tahu..tuan.” “Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?” hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata “Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik …kan!” katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa… Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. “Oleskan obat saja!” jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Dita demam, Bu”…jawab pembantunya ringkas. “Kasih minum panadol aja ,” jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. “Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap” kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya sangat serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. “Tidak ada pilihan..” kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut…”Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua telapak tangannya harus diamputasi” kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. “Ayah.. ibu… Dita tidak akan melakukannya lagi…. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi… Dita sayang ayah..sayang ibu.”, katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. “Dita juga sayang Mbok Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

“Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?… Bagaimana Dita mau bermain nanti ?… Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, ” katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf…Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi…, Namun…., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

dulu

Dulu..
Aku pernah sangat KAGUM pd manusia cerdas, sangat kaya, berhasil dalam karir hidup & hebat dlm dunianya.

Sekarang..
Aku memilih u/ mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dgn manusia yg hebat di mata TUHAN,
Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa & bersahaja.

Dulu..
Aku memilih MARAH karna merasa harga diriku dijatuhkan ketika Orang lain berlaku kasar kepadaku & menyakitiku dgn kalimat² sindiran.

Sekarang..
Aku memilih u/ BERSYUKUR & BERTERIMAKASIH,
karna aku yakin ada KASIH yg datang dari mereka ketika aku mampu u/ memaafkan & bersabar.

Dulu..
Aku memilih MENGEJAR dunia & menumpuknya sebisaku,
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan & minum u/ hari ini & bagaimana cara membuangnya dari perutku.

Sekarang..
Aku memilih untuk BERSYUKUR dgn apa yg ada & memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dgn penuh kasih & bermanfaat utk sesama.

Dulu..
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN orangtua, saudara & teman²ku kalo aku berhasil dgn duniaku,
Ternyata yg membuat kebanyakan dari mereka bahagia adalah bukan itu melainkan sikap, tingkah & sapaanku kepada mereka.

Sekarang..
Aku memilih u/ membuat mereka bahagia dgn apa yg ada padaku.

Dulu..
Pusat pikiranku adalah membuat RENCANA² dahsyat u/ duniaku,
Ternyata aku menjumpai teman & saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kpdNYA.

Sekarang..
Yg mjd pusat pikiran & rencanaku adalah bagaimana mempersiapkan diri & terutama hatiku agar aku slalu SIAP jika suatu saat namaku dipanggil olehNYA.

• Tak ada yg dpt menjamin bahwa aku dpt menikmati teriknya matahari besok.
• Tak ada yg bisa memberikan jaminan bahwa aku masih bisa menghirup nafas esok hari.

Kalo hari ini & esok hari aku bisa hidup,
itu semata² Anugerah TUHAN saja !!